Belanda, negara dengan keunikan
sebagian besar wilayahnya dibawah permukaan air. Bukan hanya bertahan dengan
ancaman air, Belanda justru memanfaatkan keunikannya ini sebagai daya tarik
yang menawan. Negara ini aktif “mencuri” daratan dari lautan dengan teknologinya
yang luar biasa. Hah? Mencuri? Yuk kita bahas bareng!
A.
Belanda
Berhasil Mengubah Peta
(Peta
Belanda Sebelum dan Sesudah Reklamasi)
Coba sobat KP perhatikan dan bandingkan antara 2 peta di
atas. Terdapat perbedaan mencolok yaitu sekitar 17% daratan belanda saat ini
ternyata hasil dari reklamasi laut dan danau. Terdapat beberapa funfact
lainnya, seperti:
- Sebanyak 26% dari wilayah Belanda
terletak di bawah permukaan laut.
- Hanya 50% dari wilayahnya yang
berada lebih dari 1 meter di atas permukaan laut.
- Titik terendah:
Zuidplaspolder −7 m (−23 kaki), di bawah permukaan laut.
- Titik tertinggi (di Eropa):
Vaalserberg 322,7 m (1.059 kaki) di atas permukaan laut.
- Flevoland menjadi
provinsi Belanda yang paling baru karena baru dibentuk pada tahun 1986 di
atas lahan yang sebagian besar hasil reklamasi.
B.
Teknologi
Air Unggulan Belanda
1.
Polder
Belanda
menciptakan teknologi bernama polder untuk membantu mereka “menciptakan”
lahan baru. Polder ini merupakan lahan rendah yang dibuat dengan cara membangun
tanggul di sekelilingnya dan kemudian air yang terperangkap di dalamnya akan
dipompa keluar secara terus-menerus dengan bantuan kincir angin (pada zaman
dahulu) yang sekaraang digantikan dengan stasiun pompa raksasa modern. Contoh
proyek bersejarahnya adalah Polder Beemster yaitu proyek besar pertama dengan
kincir angin sebagai alat pengering air di masa itu.
2.
Zuiderzee
Works
Zuiderzee
Works merupakan proyek yang dibuat untuk mengurangi risiko banjir dan
menciptakan lahan baru untuk pertanian unggulan Belanda. Fitur utama dalam
proyek ini adalah pembangunan yang mengubah Zuiderzee (teluk dangkal di Laut
Utara) menjadi Ijsselmeer berair tawar juga menciptakaln lahan-lahan polder
baru (termasuk Flevoland).
3.
Delta
Works
Proyek
yang dibangun setelah banjir besar Laut Utara tahun 1953. Proyek ini terdiri
dari rangkaian bendungan, pintu air, kunci air, tanggul, dan penghalang
gelombang badai yang dirancang untuk melindungi wilayah delta barat daya. Oosterscheldekering
merupakan salah satu bendungan yang paling terkenal, yang menampilkan
gerbang besar yang dapat dipindahkan dan ditutup saat badai.
C.
Langkah
Belanda dalam Mencegah Banjir
Belanda
telah bertransformasi dari sekadar "menahan" udara menjadi
"mengelola" udara melalui langkah-langkah strategi berikut:
- Revolusi Room
for the River: Memberikan ruang bagi sungai untuk meluap secara
terkendali.
2.
Manajemen
Delta Adaptif: Program jangka panjang yang berfokus pada adaptasi
terhadap perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut dengan beberapa pilar
seperti manajemen risiko banjir, pasokan air tawar, dan lainnya.
- Infrastruktur
Terapung: Menjelaskan konsep rumah dan pertanian terapung
yang bisa beradaptasi dengan ketinggian udara.
- Inovasi
Sand Motor: Memanfaatkan
bukit pasir dan ekosistem pantai sebagai benteng alami dari hantaman
ombak.
Belanda menjadi bukti nyata dimana gabungan antara kecerdasan manusia dan
alam akan menciptakan sesuatu yang sangat berguna. Jadi, Apakah sobat KP
tertarik untuk datang dan mempelajari langsung terkait bagaimana Belanda
”mencuri” daratan? Kalok min KP sih tertarik banget!
Refernsi:
https://brilliantmaps.com/netherlands-land-reclamation/