Les Bahasa Belanda

UJIAN BASISEXAMENINBURGERING A1

Beberapa orang cukup kewalahan dalam mempersiapkan Ujian Basisexamen Inburgering. Tapi sebagian lagi bingung, itu ujian apa sih? Mungkinkah ...

Friday, July 3, 2026

Suhu Ekstrem di Belanda

 

        Sumber: 112harderwijk.nl

Halo, sobat KP! Belakangan ini cuaca lagi lumayan unik, ya? Buat kamu yang tinggal di Indonesia, khususnya di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, pasti belakangan ini ngerasain ”membeku”. Bayangin aja, kalau malam sampai menjelang subuh, udara dinginnya sampai nusuk tulang.

Tapi, tunggu dulu, Sobat. Di saat menggigil di malam hari karena imbas angin monsun Australia, di belahan bumi lain justru sedang "mendidih". Ya, Benua Eropa saat ini sedang diterjang gelombang panas (heatwave) yang benar-benar luar biasa. Sejak akhir Juni hingga Juli 2026, udara panas seakan berhenti di langit Eropa. World Meteorological Organization (WMO) melaporkan bahwa rekor suhu tertinggi mulai dari Spanyol, Perancis, hingga Hungaria mencapai 43 derajat Celsius. Kondisi ini bukan sekadar terik biasa, tapi sudah di tahap mengancam nyawa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mencatat ada ribuan angka kematian ekstra di Eropa yang dipicu langsung oleh cuaca ekstrem ini.

Salah satu kondisi paling mengejutkan terjadi di Belanda. Negara kincir angin yang biasanya identik dengan cuaca sejuk, mendung, dan berangin ini juga terkena dampak panas ekstrem. Koninklijk Nederlands Meteorologisch Instituut (KNMI) sampai merilis Peringatan Merah (Red Alert) di sejumlah provinsi, dengan rekor suhu yang melonjak hingga 39,4 derajat Celsius. Bagi warga lokal yang tidak terbiasa dengan iklim tropis apalagi cuaca ekstrem, ini adalah bencana.

                                                    Sumber: RIVM (Rijksinstituut voor Volksgezondheid en Milieu)

Tragisnya, gelombang panas ini banyak memakan korban. Berdasarkan laporan dari Rijksinstituut voor Volksgezondheid en Milieu (RIVM) Belanda, menunjukkan bahwa lebih dari 3.500 orang meninggal dunia. Itu sekitar 480 kematian lebih banyak dari biasanya untuk periode ini. Sebagian besar korban yang tak kuasa menahan panasnya cuaca adalah kelompok lanjut usia (80 tahun ke atas), terutama yang berdomisili di kawasan timur dan selatan Belanda.

Fenomena kontras antara suhu ”beku” di Jogja dan "mendidih" di Eropa ini menjadi pengingat keras buat kita semua. Iklim global sedang tidak baik-baik saja. Dimanapun kita berada, kita harus punya daya tahan tubuh yang beik sehingga gampang drop akibat cuaca ekstrem yang ada. Jadi, buat teman-teman, selalu jaga kesehatan tubuh ya! Perbanyak minum air putih di siang hari dan jangan lupa pakai pakaian hangat kalau mau keluar malam. Stay safe, semuanya!

Tertarik belajar bahasa Belanda? sobat KP bisa langsung mengakses link berikut ini!

Referensi:

https://www.bmkg.go.id/siaran-pers/suhu-udara-bikin-menggigil-ternyata-ini-penyebabnya

https://www.kompas.com/tren/read/2026/07/02/110000765/eropa-dihantam-gelombang-panas-ekstrem-rekor-suhu-tertinggi-pecah-di?page=all

https://www.hartvannederland.nl/milieu-gezondheid/zorg/artikelen/extreme-hitte-rivm-extra-sterfgevallen-ouderen

https://www.ed.nl/binnenland/480-meer-nederlanders-overleden-tijdens-hittegolf-dan-normaal-mogelijk-lopen-cijfers-nog-op~a9a040f3/?referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com%2F

https://112harderwijk.nl/extreme-hitte-in-nederland-bruggen-gekoeld-en-reizen-afgeraden/