Kikkerlandje
Halo, sobat
KP!
Selain
dijuluki sebagai negara keju atau kincir angin, ternyata Belanda juga sering
dijuluki sebagai Kikkerlandje atau "Negeri Katak
Kecil". Hah, kok bisa? Sebutan
unik ini ternyata lahir dari perpaduan antara kondisi geografis dan sejarah di masa lalu, sobat. Julukan ini dekat dengan
keadaan geografis Belanda yang berada di bawah permukaan laut, dimana
banyak ditemukan hamparan tanah basah, kanal, dan rawa-rawa yang dikeringkan
melalui sistem polder. Kondisi alam yang lembab dan didominasi oleh air
ini menciptakan ekosistem yang secara alami menjadi hunian ideal bagi para
amfibi seperti katak, sehingga siapa pun yang melihat bentang alam Belanda akan
langsung memahami mengapa identitas “katak” begitu melekat.
Dari sisi sejarah, istilah ini bermula dari ejekan "Negara
Katak" saat ketegangan perang Inggris-Belanda pada tahun 1665 melalui
sindiran John Ogilby yang melabeli warga Belanda sebagai amfibi. Tren
"pamflet fabel" perpaduan fabel Aesop dan propaganda politik, ini
kemudian dimanfaatkan oleh Prancis untuk mendiskreditkan (usaha untuk menjelekkan)
wilayah Low Countries. Namun, alih-alih terpuruk oleh hinaan tersebut,
masyarakat Belanda justru melakukan hal cerdik, dimana sejak 1672 Belanda
mengadopsi metafora tersebut sebagai identitas diri. Julukan ini
bertransformasi dari sebuah hinaan menjadi simbol kebanggaan atas kemampuan
mereka beradaptasi di lingkungan yang menantang, layaknya katak yang lincah
hidup di dua alam.
Jadi, pada akhirnya penyebutan negara katak ini menjadi
filosofi hidup orang Belanda yang praktis dan efisien. Meski luas wilayahnya
tergolong kecil, mereka berhasil membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukanlah
penghalang untuk menjadi pionir dalam inovasi pengelolaan air terbaik di dunia.
Referensi:
https://www.dbnl.org/tekst/_lit003199401_01/_lit003199401_01_0008.php
No comments:
Post a Comment