Les Bahasa Belanda

UJIAN BASISEXAMENINBURGERING A1

Beberapa orang cukup kewalahan dalam mempersiapkan Ujian Basisexamen Inburgering. Tapi sebagian lagi bingung, itu ujian apa sih? Mungkinkah ...

Tuesday, February 17, 2026

Robot Pembersih Sungai Belanda Ada di Indonesia

 

 

Indonesia-Belanda perluas kerja sama pembersihan sungai dengan interceptor

(Momen penandatanganan kerja sama antara Kemenko Pangan RI dan Ocean Cleanup Belanda untuk sungai Indonesia yang lebih bersih. (Foto: ANTARA/Shofi Ayudiana via Jogja.Antaranews.com)

 

Beberapa waktu silam, kita warga Indonesia sempat berduka dengan banyaknya bencana alam banjir yang ada. Masalah banjir ini bukan hal baru bagi kita, apalagi di ibu kota Jakarta. Salah satu akibat yang jelas terlihat adalah cara kita hidup yang belum bisa menghargai alam. Membuang sampah sembarang menjadi salah satu bukti nyata keegoisan kita terhadap alam. Tapi, ada kabar baik yang datang untuk membantu kita bangkit dari masalah ini. Kolaborasi antara Indonesia dan Belanda menjadi jawabannya. Kita semua tahu bawah Belanda terbukti berhasil hidup damai berdampingan dengan alam, terkhusus air. Jadi kenapa tidak? Kolaborasi ini bukan cuma sekadar diskusi di meja rapat, melainkan langsung terjun ke air dengan senjata andalan: Interceptor. Yuk cari tahu lebih lanjut soal Interceptor ini!

Interceptor ini merupakan mesin berbentuk kapal penyedot raksasa, tapi untuk sungai. Jadi, teknologi ini dikembangkan oleh The Ocean Cleanup (organisasi nirlaba asal Belanda yang mengembangkan teknologi untuk membersihkan sungai dan laut dari sampah plastik). Kapal ini bertenaga surya, bekerja otomatis 24 jam, dan tugas utamanya adalah mencegat sampah plastik sebelum sempat berlayar jauh ke lautan lepas. Wah, keren banget ya sobat!

Kapal penyaring sampah atau interceptor The Ocean Cleanup beroperasi di Sungai Cisadane.

(Kapal Interceptor Cisadane)

Kerja sama Interceptor antara pemerintah dengan The Ocean Cleanup ternyata bukan yang pertama kali, lho sobat. Jalinan kerja sama ini dimulai pada 2019, dimana kerja sama dilakukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Saat kolaborasi berjalan, The Ocean Cleanup mengoperasikan dua kapal penyaring sampah atau interceptor di Cengkareng Drain dan Sungai Cisadane. Pada kerja sama kali ini, mereka menargetkan pembersihan 10 sungai yang tersebar di wilayah Jawa, Bali, dan Sulawesi.

Kerja sama pembersihan sungai ini jadi bukti nyata kalau Indonesia gak diem aja. Kita mulai bergerak ke arah positif guna menaggulangi masalah ini. Dengan adanya gerakan pembersihan sungai ini, kita akan banyak diuntungkan dengan berkurangnya risiko banjir, biota air sehat, bahkan estetika kota pun akan naik kelas. Plus, hubungan diplomasi Indonesia Belanda jadi makin solid lewat aksi nyata penyelamatan lingkungan. Yuk, kita ikut berkontribasi dengan minimal nggak buang sampah ke sungai lagi. Masa kalah sama robot?

Referensi:

https://jogja.antaranews.com/berita/802110/indonesia-belanda-perluas-kerja-sama-pembersihan-sungai-dengan-interceptor

https://katadata.co.id/ekonomi-hijau/ekonomi-sirkular/6981ed8d53425/pemerintah-gandeng-the-ocean-cleanup-bersihkan-sampah-10-sungai

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20231117160055-199-1025677/mengintip-interceptor-kapal-pembersih-sungai-hasil-hibah-coldplay

 

No comments:

Post a Comment