Setiap Jumat pagi di sebuah kota kecil di Belanda,
ada alun-alun yang akan berubah menjadi pasar keju yang bersejarah. Inilah
Pasar Keju Alkmaar, pasar keju tertua dan terbesar di Belanda,
yang tradisinya sudah bertahan hampir tujuh abad. Yuk, kita cari tahu lebih
dalam!
Perdagangan
keju di Alkmaar sudah berlangsung sekitar 600 tahun lalu. Kota ini tercatat
memiliki timbangan keju (kaaswaag) sejak tahun 1365, dan
karena perdagangan keju begitu penting, pada 1612 Alkmaar bahkan
mengoperasikan empat timbangan keju sekaligus. Sejak 1593 (tahun yang
dianggap sebagai tahun pertama pasar keju) kegiatan ini selalu digelar di Waagplein,
alun-alun bersejarah yang menjadi pusat kota Alkmaar. Saking ramainya,
Waagplein diperluas hingga tak kurang dari delapan kali sebelum mencapai
ukurannya sekarang. Dari sini kita
jadi tahu betapa pentingnya perdagangan keju bagi kota Alkmaar, ya
sobat! Nah, yang membuatnya istimewa adalah pasar ini bukan sekadar peninggalan
sejarah di museum, melainkan tetap hidup dan berlangsung hingga hari ini.
Rasanya min KP jadi mau datang langsung ke sana, deh!
Sumber: Wikimedia
Suasana perdagangan keju di Alkmaar tidak
terlepas dari Kaasdragersgilde (serikat pengangkut keju) yang
sudah ada sejak 400an tahun yang lalu. Serikat Pengangkut Keju Alkmaar berdiri
pada 17 Juni 1593 dan hingga kini beranggotakan 28 orang ditambah
dengan seorang kepala. Mereka terbagi ke dalam empat kelompok yang disebut vemen,
masing-masing berwarna merah, hijau, biru, dan kuning. Warna-warna ini
terlihat mencolok di topi jerami dan dasi kupu-kupu mereka, dipadukan setelan
serba putih. Keempat vemen dipimpin oleh seorang "Ayah
Keju" yang mudah dikenali dari topi oranye dan tongkatnya. Menariknya,
penempatan tiap kelompok di area pasar ditentukan lewat undian dadu, dan karena
jumlah kelompoknya lebih banyak dari slot yang tersedia, selalu ada satu
kelompok yang bergiliran bertugas khusus mengangkut keju dengan troli.
Tradisi dan kebiasaan
sangat dijunjung tinggi di sini, bahkan perilaku para pengangkut keju Alkmaar
diatur oleh aturan tidak tertulis. Salah satu tradisi yang paling seru adalah
setiap anggota diberi julukan sesuai sifatnya, seperti "si
Penerjemah" yang jago bahasa asing, "si Katup" yang
cerewet sekaligus tukang servis mesin, "si Jangan-Lupakan-Aku"
yang pelupa, hingga "si Peminum" yang bertugas membuka keran
bir setelah pasar. Ada pula aturan ketat selama pasar berlangsung, dimana di
pasar ini sangat dilarang berkelahi, merokok, minum alkohol, bahkan
mengumpat. Kalau ada yang terjatuh atau keju terguling, mereka bukan
memaki, melainkan cukup berseru "burung hantu!". Dan jika sang Ayah
Keju lupa membawa tongkat atau topinya, para anggota akan menggodanya,
"Ayah, kau berjalan telanjang!"
Selain itu, disiplin waktu juga menjadi
bagian dalam tradisi ini. Semua pengangkut wajib hadir di Waagplein pukul 7.00
pagi, dan yang terlambat namanya akan dicatat di papan dan didenda oleh petugas
bernama "Provost” (dikenal juga sebagai ”Sang Algojo”). Uang denda
itu akan disumbangkan untuk sebuah sekolah di kota kecil bernama Alkmaar di
Suriname, dan sebagian lagi untuk perayaan "malam remah roti".
Setiap Jumat sebelum Natal, para anggota berkumpul menerima hadiah: upah €5,
dua kue isi sebagai terima kasih untuk para istri yang setia menjaga seragam
putih tetap bersih, serta roti dengan mentega dan keju untuk anak-anak.
Dari semua cerita tadi, terlihat bahwa pasar keju
Alkmaar bukan sekadar tempat berdagang, melainkan warisan budaya yang tetap
hidup sampai saat ini, ya sobat. Inilah yang membuatnya begitu istimewa
dimana sebuah tradisi tua yang masih bisa kita saksikan langsung sampai hari
ini. Nah, buat sobat KP yang mau dateng langsung, pasar keju digelar di Waagplein,
Alkmaar, setiap Jumat pukul 10.00–13.00, mulai akhir Maret hingga
akhir September. Khusus Juli dan Agustus, ada tambahan pasar keju malam
pada Selasa malam pukul 19.00–21.00. Untuk informasi lebih lengkapnya, sobat KP
bisa akses dari https://www.kaasmarkt.nl ya sobat! Selamat berkunjung dan menikmati keseruan pasar keju tertua di
Belanda.
Tertarik belajar bahasa Belanda? sobat KP bisa langsung mengakses link berikut ini!
Referensi:
https://www.kaasmarkt.nl/en-gb/history-of-the-cheese-market/cheese-carriers
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Kaasdragers_Gilde_van_Alkmaar_2013.jpg