Belanda merupakan negara yang dekat dengan susu dan pengelolaan airnya, tapi bagaimana jika keduanya digabung menjadi satu? Ya, Belanda sudah menggabungkan keahliannya mengelola air dengan dunia agrikultur dalam proyek bernama Floating Farm. Peternakan sapi perah terapung pertama di dunia ini menjadi salahsatu proyek menarik yang dimiliki Belanda. Yuk, kita bahas bareng kenapa peternakan ini bisa sampai "terbang" di atas air dan gimana cara kerjanya!
Kenapa harus di atas air dan Bagaimana awal mulanya? Jadi, pada
mulanya ide jenius ini lahir dari krisis yang terjadi di New York akibat Badai
Sandy di tahun 2012. Krisis ini
memperlihatkan seluruh kota kehabisan pasokan makanan segar hanya dalam
hitungan hari, sehingga mengharuskan mereka bergantung dengan ribuan truk
makanan setiap harinya. Kebergantungan pangan dengan wilayah luar ini
menggambarkan kerapuhan pangan dari wilayah itu sendiri. Belajar dari peristiwa
tersebut, muncul sebuah ide untuk lebih mengeksplore lokalisasi. Lokalisasi
produksi pangan ini dibuat melalui pembangunan fasilitas peternakan di atas air,
mengingat tata letak geografis juga kedekatan belanda terhadap air.
Desain Konstruksi Tiga Lantai
Desain konstruksi Floating Farm ini memiliki tiga lantai yang masing-masing punya fungsi berbeda:
- Lantai Pertama:
Di sinilah tempat tinggal bagi 31 sapi perah yang menghasilkan 600 liter
susu setiap harinya.
- Lantai Kedua: Area Ini menjadi pusat pengolahan dan
penyimpanan pupuk kandangan juga produk susu.
- Lantai Ketiga: Tingkat
ini berada di bawah air, guna menampung teknologi penyaringan air.
Produksi (Pertanian
Sirkular)
Floating Farm
juga berperan sebagai contoh pertanian sirkular bertekologi tinggi. Produksi
di pertanian ini berteknologi tinggi dan berkelanjutan, seperti:
1.
Air hujan dikumpulkan dan disaring untuk
dikonsumsi sapi.
2.
Kotoran ternak dikumpulkan, diproses, dan dijual
sebagai pupuk.
3.
Pakan
untuk sapi berasal dari kota (rumput, kulit kentang, ampas gandum, dll).
4.
Panel surya terapung memasok energi ke
pertanian.
Floating Farm juga menggunakan sistem operasionalnya yang serba
otomatis. Mulai dari pembersihan kotoran sapi, hingga proses memerah susunya
sudah menggunankan bantuan robot. Selain itu, sapi-sapi di sana juga sangat
diperhatikan untuk hidup bahagia. Perawatan terbaik diberikan untuk mereka, misalnya
tempat tidur Easyfix yang dirancang khusus untuk sapi dan dapat disesuaikan
dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing sapi agar tidak menyakiti dirinya
sendiri dan bisa hidup dengan nyaman. Wah, min KP jadi minder sama sapi-sapi di sana, ahahaha.
Kehadiran Floating Farm di Rotterdam bukan sekadar ide aneh,
tapi sebuah pemikiran cerdas untuk bertahan hidup. Proyek ini membuktikan bahwa
kita bisa memproduksi makanan sehat langsung di jantung kota, terlepas dari
seberapa ekstrem perubahan cuaca atau naiknya permukaan air laut. Siapa
diantara sobat KP yang tertarik untuk melihat langsung Floating Farm
ini??
Referensi:
