Les Bahasa Belanda

UJIAN BASISEXAMENINBURGERING A1

Beberapa orang cukup kewalahan dalam mempersiapkan Ujian Basisexamen Inburgering. Tapi sebagian lagi bingung, itu ujian apa sih? Mungkinkah ...

Sunday, March 22, 2026

Buka Peluang Baru di 2026: Yuk Privat Bahasa Belanda Bareng Karta Pustaka!

Halo, Sobat KP!

Punya impian studi, merintis karier, atau menetap di Belanda tahun ini? Atau mungkin ingin membekali diri dengan keterampilan bahasa baru yang bermanfaat? Pas banget nih, kelas privat bahasa Belanda di Karta Pustaka kembali dibuka untuk periode 2026!

Privat Karta Pustaka hadir dengan pilihan belajar secara ( online ) maupun tatap muka ( offline ), dengan jadwal yang super fleksibel menyesuaikan waktu luangmu.

Kenapa Harus Belajar di Karta Pustaka?

  • Konsultasi Gratis: Bebas tanya materi via WA/Email di luar jam kelas.

  • Materi Lengkap: Materi gratis dalam bentuk softcopy .

  • Terukur: Ada laporan evaluasi dan ujian di akhir setiap level.


Pilihan Kelas yang Pas Buat Sobat KP

Tinggal pilih program mana yang paling sesuai dengan tujuan kamu saat ini:

  • Kelas Anak (5–11 Tahun) Fokus mengenalkan percakapan ringan dan tata bahasa dasar dengan cara yang menyenangkan. (Cicilan mulai Rp750.000 / 5x pertemuan | Penuh: Rp6.000.000)

  • Kelas Pemula (A1 & A2) Cocok untuk Sobat KP yang baru mau mulai dari nol. Level A1 fokus pada percakapan santai, sedangkan A2 lebih ke arah percakapan semi formal (masing-masing 40x pertemuan). (Cicilan A1: Rp650.000 / 5x pertemuan | Cicilan A2: Rp825.000 / 5x pertemuan)

  • Kelas Profesional B1 & B2 ( Online Only ) Butuh kemahiran bahasa formal untuk urusan pekerjaan atau akademik? Tingkatan ini penjelasannya. (Cicilan B1 : Rp925.000 / 5x pertemuan | Cicilan B2 : Rp1.100.000 / 5x pertemuan)

  • Persiapan Inburgering Program wajib buat kamu yang mau ujian integrasi sipil Belanda. Kita akan bedah menyelesaikan materi membaca, mendengar, berbicara, menulis, dan KNS (10-15x pertemuan). (Cicilan Rp1.100.000 / 5x pertemuan)


Yuk, daftar dari sekarang dan siapkan diri menyambut peluang baru di tahun ini!

Untuk informasi lebih lanjut, program konsultasi, atau pendaftaran, Sobat KP bisa langsung chat Kak Dea di WhatsApp: +62 813-3899-8527 atau hubungi CS di +62 857-5057-9272 .

Jangan lupa kunjungi juga web kita di kartapustaka.blogspot.com atau mampir langsung ke Karta Pustaka di Bogem, Kalasan.

Kereta Betenaga Angin

 



Halo, Sobat KP! kita semua tahu kalau Belanda sangat terkenal dengan teknologi yang membantu mereka dalam menjalankan kesehariannya. Salah satunya adalah teknologi bahan bakar utama bagi moda transportasi favorit warga Belanda: kereta api. Yuk, kita bedah fakta seru di balik kereta api yang 100% bertenaga angin ini!

Sejak awal tahun 2017, Belanda mengaplikasikan inovasi teknologinya dalam hal transportasi kereta dimana ia menjadi negara pertama di dunia yang seluruh perjalanan kereta api listriknya ditenagai sepenuhnya oleh energi angin. Program keren ini merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan kereta api nasional Belanda, NS (Nederlandse Spoorwegen), dengan perusahaan energi Eneco.



Siapa diantara Sobat KP yang membayangkan ada baling-baling raksasa di atas gerbongnya? Tentu tidak begitu cara kerjanya, ya sobat! Tenaga angin ini dihasilkan dari ladang angin (wind farms) yang tersebar di daratan maupun di lepas pantai Belanda. Energi listrik yang dihasilkan kemudian disalurkan ke jaringan kabel listrik kereta api Belanda. Nah, ada 2 fakta menarik dari kereta listrik Belanda ini sobat, yaitu seluruh kereta api di Belanda membutuhkan sekitar 1,2 miliar kWh listrik per tahun. Selanjutnya, setiap harinya, NS mengoperasikan sekitar 5.500 perjalanan kereta yang membawa kurang lebih 600.000 penumpang. Hebatnya, semua perjalanan itu kini bebas emisi karbon. Wah, keren juga ya sobat!

Di Belanda, Transportasi sering kali menjadi penyumbang polusi terbesar. Dengan beralih ke 100% tenaga angin, Belanda berhasil memangkas jejak karbon secara drastis dalam sektor mobilitas publik. Bagi Sobat KP yang berkesempatan berkunjung ke Belanda, kamu bisa berkeliling dari Amsterdam ke Utrecht atau Rotterdam dengan perasaan tenang, karena perjalananmu kali ini sama sekali tidak meninggalkan polusi bagi bumi. Gimana, makin kagum kan dengan kecanggihan dan kepedulian lingkungan di Negeri Kincir Angin ini?

Referensi:

https://www.ns.nl/en/about-ns/sustainability/climate-neutral/ns-buses-run-on-fuel-recycled-from-waste.html

https://www.enbridge.com/energy-matters/news-and-views/hollands-electric-trains-now-100-percent-wind-powered

https://www.duurzaam-vervoer.nl/reizen-met-de-trein/

https://nieuws.eneco.nl/klimaatneutraal-treinen-per-2018-een-feit/

https://nieuws.ns.nl/eneco-levert-100-groene-stroom-aan-ns-en-prorail-op-de-stations/

https://www.forbes.com/sites/lauriewinkless/2017/01/12/dutch-trains-are-now-powered-by-wind/

https://redigest.web.id/2025/06/prorail-dan-ns-angin-jadi-sumber-energi-berkelanjutan-krl-di-belanda/

https://www.kaorinusantara.or.id/newsline/67344/wah-seluruh-kereta-api-di-belanda-kini-gunakan-tenaga-angin

 

 

 

 

Thursday, March 12, 2026

Belanda dengan Rumah Tanpa Tirainya

 


 


Bagi Sobat KP yang pernah berkunjung atau tinggal di Belanda, pernahkan kalian terkejut Ketika berjalan di malam hari di kota Amsterdam atau Utrecht karena melihat betapa “terbukanya” rumah-rumah di sana? Tanpa tirai yang tertutup rapat, hingga kita bisa melihat langsung ke dalam ruang tamu yang hangat, lengkap dengan lampu hias dan rak buku yang tertata rapi.

Bagi kita di Indonesia, privasi adalah segalanya. Namun bagi warga Belanda, membiarkan jendela terbuka lebar adalah sebuah tradisi yang sudah mengakar kuat. Kok bisa? Yuk, kita cari tahu alasannya!

1.      Ajaran Calvinisme: "Aku Tidak Punya Apa Pun untuk Disembunyikan"

Salahsatu alasan yang paling sering dikutip adalah pengaruh kuat dari agama Calvinisme di Belanda pada masa lalu. Dalam ajaran calvinisme, kejujuran dan keterbukaan menjadi nilai utama. Sehingga, menurut gagasan ini, tirai yang terbuka menandakan bahwa kita tidak sedang menyembunyikan apa pun dan menjalani kehidupan yang terhormat. Juga warga Belanda percaya bahwa jika mereka menutup tirai, itu berarti mereka sedang menyembunyikan sesuatu yang menjanjikan atau berdosa di dalam rumah. Dengan membiarkan jendela terbuka, mereka seolah berkata: "Lihatlah, aku tidak memiliki rahasia apa pun."

2.      Perang Dunia kedua

Selama masa perang dunia kedua dimana Belanda diduduki oleh Jerman, terdapat banayk aturan pembatasan terhadap cahaya. Hal ini menyebabkan timbulnya banyak aturan pemadaman lampu. Alasannya agar pesawat pembom sekutu tidak bisa menjadikan cahaya kota sebagai navigasi untuk mencapai target. Sehingga, warga dipaksa untuk menutup jendela dengan tirai yang sangat tebal, cat hitam, atau kertas gelap. Saking ketatnya, sampai-sampai jika ada sedikit saja cahaya yang bocor keluar, itu akan menyebabkan denda. Sehingga, ketika Belanda bebas pada tahun 1945, mereka bersama-sama membuka tirai lebar-lebar menjadi simbol kebebasan yang luar biasa. Cahaya yang keluar dari jendela seolah merayakan berakhirnya masa-masa gelap penindasan.

3.      Berburu Cahaya Matahari

Oiya, jangan lupa faktor cuaca, Sobat. Belanda merupakan salahsatu negara yang sangat kekurangan cahaya, apalagi ketika bulan-bulan musim gugur hingga musim dingin. Mereka sangat sering berawan. Karena arsitektur rumah di Belanda cenderung sempit dan panjang ke belakang, cahaya alami jadi barang mewah, deh. Menutup jendela dengan gorden tebal hanya akan membuat rumah terasa semakin gelap dan sumpek. Sehingga, banyak warga Belanda yang sangat menghargai setiap pancaran cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah mereka.

Jadi, Gimana nih menurut Sobat KP? Kalau kebiasaan ini dilakukan di Indonesia, kira-kira apa yang akan terjadi ya?

 

Referensi:

https://www.visitingthedutchcountryside.com/culture/why-dutch-people-do-not-close-curtains/

https://dutchreview.com/culture/why-dont-the-dutch-like-to-use-curtains/

https://www.ndtv.com/lifestyle/why-homes-in-amsterdam-and-the-rest-of-the-netherlands-have-no-curtains-10950365

https://edition.cnn.com/travel/article/dutch-windows

httos://detik.com/