(Momen
penandatanganan kerja sama antara Kemenko Pangan RI dan Ocean Cleanup Belanda
untuk sungai Indonesia yang lebih bersih. (Foto: ANTARA/Shofi Ayudiana via Jogja.Antaranews.com)
Beberapa waktu
silam, kita warga Indonesia sempat berduka dengan banyaknya bencana alam banjir
yang ada. Masalah banjir ini bukan
hal baru bagi kita, apalagi di ibu kota Jakarta. Salah satu akibat yang jelas
terlihat adalah cara kita hidup yang belum bisa menghargai alam. Membuang
sampah sembarang menjadi salah satu bukti nyata keegoisan kita terhadap alam. Tapi,
ada kabar baik yang datang untuk membantu kita bangkit dari masalah ini. Kolaborasi
antara Indonesia dan Belanda menjadi jawabannya. Kita semua tahu bawah
Belanda terbukti berhasil hidup damai berdampingan dengan alam, terkhusus air. Jadi
kenapa tidak? Kolaborasi ini bukan cuma sekadar diskusi di meja rapat,
melainkan langsung terjun ke air dengan senjata andalan: Interceptor. Yuk
cari tahu lebih lanjut soal Interceptor ini!
Interceptor ini
merupakan mesin berbentuk kapal penyedot raksasa, tapi untuk sungai. Jadi,
teknologi ini dikembangkan oleh The Ocean Cleanup (organisasi
nirlaba asal Belanda yang mengembangkan teknologi untuk membersihkan sungai dan
laut dari sampah plastik). Kapal ini bertenaga surya, bekerja otomatis 24 jam,
dan tugas utamanya adalah mencegat sampah plastik sebelum sempat berlayar
jauh ke lautan lepas. Wah,
keren banget ya sobat!
(Kapal Interceptor Cisadane)
Kerja sama Interceptor antara pemerintah
dengan The Ocean Cleanup ternyata bukan yang pertama kali, lho sobat. Jalinan
kerja sama ini dimulai pada 2019, dimana kerja sama dilakukan oleh
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Saat kolaborasi berjalan,
The Ocean Cleanup mengoperasikan dua kapal penyaring sampah atau interceptor
di Cengkareng Drain dan Sungai Cisadane. Pada kerja sama kali ini, mereka menargetkan
pembersihan 10 sungai yang tersebar di wilayah Jawa, Bali, dan Sulawesi.
Kerja sama pembersihan
sungai ini jadi bukti nyata kalau Indonesia gak diem aja. Kita mulai bergerak ke arah positif
guna menaggulangi masalah ini. Dengan adanya gerakan pembersihan sungai ini, kita
akan banyak diuntungkan dengan berkurangnya risiko banjir, biota air sehat, bahkan
estetika kota pun akan naik kelas. Plus, hubungan diplomasi Indonesia Belanda
jadi makin solid lewat aksi nyata penyelamatan lingkungan. Yuk, kita ikut
berkontribasi dengan minimal nggak buang sampah ke sungai lagi. Masa kalah sama
robot?
Referensi:
