Les Bahasa Belanda

UJIAN BASISEXAMENINBURGERING A1

Beberapa orang cukup kewalahan dalam mempersiapkan Ujian Basisexamen Inburgering. Tapi sebagian lagi bingung, itu ujian apa sih? Mungkinkah ...

Wednesday, October 14, 2026

Kemdiktisaintek Perkuat Hubungan Sains Indonesia-Belanda dengan WINNER 2026


(Pembukaan forum kegiatan Week for Indonesia-Netherlands Education and Research (WINNER) 2026 (Sumber: Dokumentasi Kemdiktisaintek, 2026))

 

Indonesia dan Belanda memiliki kedekatan hubungan dari sejarah masa lalu yang terus berlangsung hingga saat ini. Banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjaga hubungan ini mulai dari beasiswa antar negara, ekonomi, riset, hingga kolaborasi dalam berberbagai bidang lainnya. Nah, kali ini min KP akan bahas salahsatu kolaborasi dari kedua negara ini yakni pada ajang Week for Indonesia-Netherlands Education and Research (WINNER) 2026. Yuk kita cari tahu lebih lanjut!

Pemerintah melakukan berbagai upaya guna mempererat hubungan global yang kali ini diwujudkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui ajang Week for Indonesia-Netherlands Education and Research (WINNER) 2026. Kegiatan ini berlangsung dari 6-8 oktober 2026 di dua negara dan tiga lokasi berbeda yakni kantor Kemdiktisaintek, Universitas Trisakti di Jakarta, serta Indonesia House Amsterdam. Oiya sobat, forum ini sengaja dibuat sebagai wadah kolaborasi tahunan yang menghadirkan peluang terbaik bagi para peneliti dan mahasiswa dari kedua belah pihak untuk berinovasi menyusun langkah strategis bersama. Tema penyelenggaraan tahun ini adalah “Masyarakat Kompetitif dan Tangguh: Modal Manusia, Inovasi & Keberlanjutan”. Tema ini memastikan bahwa hasil-hasil penelitian yang dikembangkan saat ini mampu menjadi jawaban atas berbagai tantangan era modern ini.

Selain penelitian, forum WINNER 2026 juga menaruh fokusnya pada penguatan integritas akademis. Dirjen Saintek Ahmad Najib secara tegas menekankan perlunya menjaga etika publikasi ilmiah serta mengantisipasi ancaman pelanggaran akademik (academic misconduct) seperti jual-beli publikasi, penelitian maupun konferensi fiktif, plagiarisme, kartel sitasi, hingga fenomena sitasi AI, sobat. Kemudian, guna memperluas jangkauan kerja samanya, agenda ini juga sekaligus memfasilitasi program siswa dan peneliti seperti, pameran kerja sama DUTEP (Dutch Training and Exposure Programme: Program kerja sama pelatihan, studi banding, dan pemagangan bagi ASN yang dikirim ke Belanda), serta pengumuman pemenang karya ilmiah Indonesia-Netherlands Thesis Prize (INS Thesis Prize) 2026.

Melalui dorongan kolaborasi yang semakin kuat ini, hubungan antara Indonesia dan Belanda diperkirakan tidak hanya sebatas ruang pertukaran gagasan, justru akan menjadi fondasi bagi lahirnya dampak positif di bidang sosial dan ekonomi, nih sobat.

 

Referensi:

https://kemdiktisaintek.go.id/news/article/winner-2026-perkuat-kolaborasi-indonesia-belanda-di-bidang-pendidikan-tinggi-sains-dan-inovasi

https://m.antaranews.com/amp/berita/5775026/kemdiktisaintek-perkuat-kolaborasi-ri-belanda-melalui-winner-2026

 

 


Saturday, October 10, 2026

Rekomendasi Kampus Hukum Terbaik di Belanda (Versi QS Rankings)

 


Halo, sobat KP! Kita semua tahu, Belanda sering disebut sebagai arah pendidikan hukum dunia, termasuk Indonesia. Wajar saja, mengingat Den Haag adalah pusat dari berbagai pengadilan internasional. Jika para sobat KP berencana mengambil studi hukum di Belanda, min KP ada rekomendasi kampus hukum andalan di sana! Merujuk pada QS World University Rankings by Subject: Law & Legal Studies, ada tiga nama besar universitas yang wajib masuk list universitas tujuan kamu. Supaya sobat KP gak bingung buat pilih yang mana, berikut rangkuman keunggulan dari masing-masing kampus tersebut. Langsung saja, ini dia daftarnya!

           1.  Leiden Law School

Ministry and Leiden Law School to work together more closely - Leiden  University

(Sumber: www.universiteitleiden.nl)

 

Kalau ngomongin hukum internasional, Leiden adalah rajanya. Berdiri sejak tahun 1575, Leiden secara konsistens menjajaki peringkat atas dunia, misalnya peringkat ke-23 secara global untuk jurusan hukum menurut QS World University Rankings. Keunggulan paling menonjol dari Leiden adalah mereka memiliki kampus kedua di Den Haag, yang dijuluki sebagai kota perdamaian dan keadilan dunia. Di sana ada Grotius Center for International Legal Studies, tempat kamu bisa belajar langsung di dekat Mahkamah Internasional (ICJ) dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Selain itu, sebagai fakultas bereputasi global, Leiden mengunggulkan pendekatan pembelajaran intensif yang langsung dibimbing oleh para pakar dengan latar belakang praktisi aktif, seperti hakim maupun pengacara profesional, jadi sobat KP gak perlu raguin lagi deh.

2. Amsterdam Law School (UvA)

Amsterdam Law School - University of Amsterdam

(Sumber: www.uva.nl)

Kalau Leiden terkenal dengan klasik-nya, maka UvA bisa dikatakan modern dan inovatif. Kampus ini cocok banget buat sobat KP yang tertarik sama perpaduan antara hukum, bisnis, dan teknologi (seperti AI atau hak cipta digital). Mereka punya Institute for Information Law (IViR), salah satu pusat penelitian hukum informasi terbesar di dunia. Selain itu, belajarnya juga gak hanya terpaku pada teori aja. Mereka mempunyai program bernama Amsterdam Law Practice (ALP) yaitu program magang yang ditujukan untuk Magister di Fakultas Hukum Amsterdam yang bahkan memenangkan penghargaan Dutch Higher Education Premium pada tahun 2022 atas inovasi pendidikannya. Lewat program ini, kamu akan terjun langsung untuk menangani kasus nyata di lapangan dengan mengambil berbagai peran hukum, seperti pengacara, penasihat hukum, atau hakim. Jadi ALP ini akan membantu sobat KP untuk membangun “identitas dan etika” yang kuat sebagai praktisi hukum profesional. Selain itu, mereka juga punya program sarjana berbahasa inggris yaitu PPLE (Politik, Psikologi, Hukum, dan Ekonomi). Program ini diajarkan sepenuhnya dalam bahasa Inggris selama 3 tahun, sehingga kemampuan bahasa Belanda tidak diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Wah, cocok banget nih buat para sobat KP yang baru mulai belajar Bahasa Belanda dan belum terlalu fasih dengan bahasa-bahasa pendidikan dalam bahasa Belanda.

3. Faculty of Law Maastricht University

Experience Day (on-campus) – Bachelor European Law School - Events - Maastricht  University

(Sumber: www.maastrichtuniversity.nl)

Sobat KP tipe siswa yang mudah bosan dengan gaya kuliah yang cuma duduk diam dengerin dosen ngomong di kelas? Universitas Maastricht jawabannya! Kampus ini menggunakan metode yang namanya Problem-Based Learning (PBL). Program ini dirancang untuk membuat kamu belajar dalam kelompok kecil (sekitar 15 orang) dengan diberi simulasi masalah hukum untuk dipecahkan bareng-bareng, gitu sobat. Program unggulan Maastricht University yaitu European Law School, program ini mengajarkan hukum secara fokus, dimana sobat KP akan diajak untuk mengembangkan keterampilan praktis melalui tantangan hukum, proyek penelitian, dan kompetisi pengadilan (moot court). Selain itu, di sini lingkungan global-nya sangat diperhatikan, karena itulah kampus ini sampai dianugerahi akreditasi bergengsi Certificate for Quality in Internationalization (CeQuInt). Akreditasi ini berarti bahwa internasionalisasi merupakan bagian penting dari pendidikan dan memastikan bahwa semuanya berstandar internasional yang sangat tinggi.

Setiap kampus terbaik di Belanda tentu membawa keunikan dan suasana belajarnya masing-masing, tinggal bagaimana sobat KP memilih dan mencocokkannya sendiri. Dari deretan universitas bergengsi tadi, mana yang paling mencuri perhatianmu dan ingin kamu cari tahu lebih lanjut? Jangan tunda untuk mulai menyusun langkah persiapanmu dari sekarang, ya sobat!

Tertarik belajar bahasa Belanda? sobat KP bisa langsung mengakses link berikut ini! 

Referensi:

https://www.topuniversities.com/university-subject-rankings/law-legal-studies?countries=nl

https://www.universiteitleiden.nl/en/education/study-programmes/master/law/european-law/why-leiden-university

https://www.uva.nl/en/about-the-uva/organisation/faculties/amsterdam-law-school/amsterdam-law-school.html

https://www.maastrichtuniversity.nl/education/bachelor/programmes/european-law-school?gad_source=1&gad_campaignid=21872184220&gbraid=0AAAAADp6NCYnAOkhNYVm_ge3RAITLqCVG&gclid=CjwKCAjwwrPVBhA1EiwAv_YO-Q0jGQQnWT75uG-7qZjJBWVKzzizY3aCMXiwn0bmtse4Fly9V2DWLRoCutsQAvD_BwE

 

Monday, October 5, 2026

Ario Soejono: Orang Indonesia yang Jadi Menteri Belanda

 

 


                                                                                            Sumber: detik.com

 

Sobat KP pernah kepikiran gak sih, bagaimana kalau orang Indonesia duduk di meja yang sama dan saling berdiskusi sebagai Menteri di luar negeri? Ini bukan hanya omong kosong, ya sobat! Kenalin, Pangeran Raden Adipati Ario Soejono, orang Indonesia pertama yang sukses menembus jajaran kabinet pemerintahan Belanda!

Soejono lahir sebagai anak Bupati Tulungagung pada 31 Maret 1886. Latar belakang keluarganya ini lah yang membuat ia memiliki kesempatan emas untuk bersekolah dan berkarier di dunia pemerintahan. Kariernya didunia pemerintahan melesat tajam, berawal dari seorang asisten wedana pada 1911 hingga menjabat sebagai Bupati Pasuruan di usia 30-an. Berkat keahliannya ini, pemerintah kolonial memberinya kursi di Volksraad (parlemen Hindia Belanda) periode 1920–1930, yang sekaligus sering menugaskan dirinya dalam berbagai agenda penting lintas negara antara Jawa dan Belanda seperti pelatihan atau seminar.

Momen menegangkan terjadi saat Jepang mulai menduduki Indonesia pada 1942. Kepanikan memaksa pemerintah Belanda mengungsi ke London, Inggris, dan Soejono turut dibawa dalam misi pelarian tersebut. Di tengah ketegangan perang, Perdana Menteri Pieter Sjoerd Gerbrandy mengambil  keputusan tak terduga dengan melantik Soejono sebagai menteri pada 6 Juni 1942. Nah, pasti sobat KP berpikir jika Soejono dilantik menjadi menteri di kabinet Belanda, ia akan tunduk pada Belanda. Tapi nyatanya tidak. Ia justru menggunakan posisinya untuk menyuarakan kepentingan Indonesia. Berkali kali soejono mengusulkan terkait pembebasan indonesia dari jajahan Belanda namun selalu diabaikan.

 Sayangnya, perlawanan berani Ario Soejono harus berakhir ketika beliau wafat di London pada 5 Januari 1943. Kisah perjuangannya ini menjadi bukti sejarah bahwa perlawanan tidak selalu mengandalkan senjata, melainkan bisa dilakukan lewat kemahiran negosiasi dan adu argumen di kandang lawan.

Tertarik belajar bahasa Belanda? sobat KP bisa langsung mengakses link berikut ini! 

 

Referensi:

https://www.cnbcindonesia.com/news/20260906135146-4-765490/warga-ri-diangkat-jadi-menteri-di-belanda-sejarah-baru

https://www.detik.com/edu/edutainment/d-8642397/tokoh-ini-jadi-satu-satunya-orang-indonesia-yang-pernah-jadi-menteri-di-belanda