Les Bahasa Belanda

UJIAN BASISEXAMENINBURGERING A1

Beberapa orang cukup kewalahan dalam mempersiapkan Ujian Basisexamen Inburgering. Tapi sebagian lagi bingung, itu ujian apa sih? Mungkinkah ...

Saturday, April 4, 2026

Veluwemeer Aqueduct

 


Siapa di antara para sobat KP yang pernah membayangkan ada “jalan air” melintas di atas kepala kita? Di Indonesia, tepatnya di Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, ada lho yang namanya Buk Renteng. Buk Renteng ini merupakan saluran irigasi bersejarah (juga dikenal sebagai Kanal Van der Wijck) yang melintas di atas kepala kita. Bangunan cagar budaya peninggalan era kolonial Hindia Belanda ini, bentuknya menyerupai jembatan batu berongga, dengan bagian atasnya mengalirkan air deras untuk menghidupi puluhan ribu hektar sawah, sementara terowongan di bawahnya digunakan sebagai akses jalan warga.


(Buk Renteng)

 Nah, ternyata di Belanda juga ada konsep serupa, tapi dengan skala yang jauh lebih besar. Jika di Sleman yang mengalir di atas jalan raya adalah air irigasi, di Belanda yang melintas di atas kita adalah kapal-kapal! Mari kita bahas Veluwemeer Aqueduct hasil dari teknik sipil yang fenomenal ini.

Apa Itu Veluwemeer Aqueduct?

Secara sederhana, Veluwemeer Aqueduct adalah jembatan air. Jika jembatan pada umumnya dibangun agar orang atau kendaraan bisa menyeberangi sungai, di sini konsep pemahamannya terbaik, menjadi sungainya yang dibangun melayang agar kapal bisa menyeberangi jalan raya. Wah, kerennya! Berlokasi di Harderwijk, Belanda, jembatan ini melintang tepat di atas jalan raya N302 (jalan dengan lalu lintas sibuk  yang menghubungkan Belanda dengan Flevoland). Proses perancangan dan pembangunan jembatan ini cukup singkat, yaitu selama empat tahun (1998–2002). Saluran Air ini memiliki panjang 25 meter dengan lebar 19 meter. Menjadikannya salah satu saluran air terpendek di dunia.  Air yang mengalir di atas jembatan ini memiliki kedalaman sekitar 3 meter, yang memungkinkan kapal kecil atau kendaraan air berdaya angkut dangkal dapat lewat di atasnya. Pembangunan jembatan Veluwemeer Aqueduct menelan biaya sekitar US$ 61 juta atau sekitar Rp 868 miliar, sobat.



Melihat konsepnya yang “terbalik”, pertanyaan pertama yang pasti muncul di kepala adalah: "Kenapa nggak bikin jembatan biasa aja?". Nah, seperti yang kita tahu, orang Belanda sudah terkenal sejak ratusan tahun lalu sebagai ahli menaklukkan air. Sehingga, para insinyur di sana memikirkan tiga faktor utama yaitu biaya, efisiensi lalu lintas, dan kelancaran jalur air. Saat merancang proyek ini, para insinyur sebenarnya sempat mempertimbangkan opsi seperti membangun jembatan angkat maupun terowongan. Sayangnya, semua ide tersebut dinilai kurang efisien, karena kalau memakai jembatan angkat, arus kendaraan di jalan N302 yang super sibuk pasti bakal sering berhenti dan akan berakibat ke macet total. Di sisi lain, membangun terowongan atau jembatan raksasa juga dinilai terlalu memakan waktu dan menguras anggaran. Sebagai solusi yang paling baik dan efisien, dipilihlah konsep saluran air pendek yang melayang di atas jalan raya. Pilihan ini terbukti sangat masuk akal dan hemat, mengingat jalur lalu lintas kapal di titik tersebut memang tidak membutuhkan perairan yang lebar dan dalam.

Belanda juga negara yang nyaman untuk para pejalan kaki juga pesepeda. Di kedua sisi Veluwemeer Aqueduct, terdapat trotoar khusus yang disediakan untuk pejalan kaki dan jalur khusus pesepeda. Jadi, para sobat KP bisa berdiri tepat di pinggir saluran air ini, melihat mobil melintas di bawah kaki, sambil menikmati pemandangan perahu yang lewat di samping. Benar-benar pemandangan yang keren dan memanjakan mata.

Referensi:

https://bacajogja.id/2022/03/22/sejarah-kanal-van-der-wijck-buk-renteng-di-sleman-yogyakarta/

https://yogyaku-tercinta.com/destinations/java/yogyakarta/yogyakarta-special-region/sleman-regency/buk-renteng-van-der-wijck/

https://interestingengineering.com/culture/the-netherlands-unique-water-bridge

https://bptsugm.com/veluwemeer-aqueduct-jembatan-unik-yang-fenomenal-di-belanda/

https://vnbuilding.vn/en/blog/veluwemeer-aqueduct-a-dutch-marvel-of-engineering

 

 

Sunday, March 22, 2026

Buka Peluang Baru di 2026: Yuk Privat Bahasa Belanda Bareng Karta Pustaka!

Halo, Sobat KP!

Punya impian studi, merintis karier, atau menetap di Belanda tahun ini? Atau mungkin ingin membekali diri dengan keterampilan bahasa baru yang bermanfaat? Pas banget nih, kelas privat bahasa Belanda di Karta Pustaka kembali dibuka untuk periode 2026!

Privat Karta Pustaka hadir dengan pilihan belajar secara ( online ) maupun tatap muka ( offline ), dengan jadwal yang super fleksibel menyesuaikan waktu luangmu.

Kenapa Harus Belajar di Karta Pustaka?

  • Konsultasi Gratis: Bebas tanya materi via WA/Email di luar jam kelas.

  • Materi Lengkap: Materi gratis dalam bentuk softcopy .

  • Terukur: Ada laporan evaluasi dan ujian di akhir setiap level.


Pilihan Kelas yang Pas Buat Sobat KP

Tinggal pilih program mana yang paling sesuai dengan tujuan kamu saat ini:

  • Kelas Anak (5–11 Tahun) Fokus mengenalkan percakapan ringan dan tata bahasa dasar dengan cara yang menyenangkan. (Cicilan mulai Rp750.000 / 5x pertemuan | Penuh: Rp6.000.000)

  • Kelas Pemula (A1 & A2) Cocok untuk Sobat KP yang baru mau mulai dari nol. Level A1 fokus pada percakapan santai, sedangkan A2 lebih ke arah percakapan semi formal (masing-masing 40x pertemuan). (Cicilan A1: Rp650.000 / 5x pertemuan | Cicilan A2: Rp825.000 / 5x pertemuan)

  • Kelas Profesional B1 & B2 ( Online Only ) Butuh kemahiran bahasa formal untuk urusan pekerjaan atau akademik? Tingkatan ini penjelasannya. (Cicilan B1 : Rp925.000 / 5x pertemuan | Cicilan B2 : Rp1.100.000 / 5x pertemuan)

  • Persiapan Inburgering Program wajib buat kamu yang mau ujian integrasi sipil Belanda. Kita akan bedah menyelesaikan materi membaca, mendengar, berbicara, menulis, dan KNS (10-15x pertemuan). (Cicilan Rp1.100.000 / 5x pertemuan)


Yuk, daftar dari sekarang dan siapkan diri menyambut peluang baru di tahun ini!

Untuk informasi lebih lanjut, program konsultasi, atau pendaftaran, Sobat KP bisa langsung chat Kak Dea di WhatsApp: +62 813-3899-8527 atau hubungi CS di +62 857-5057-9272 .

Jangan lupa kunjungi juga web kita di kartapustaka.blogspot.com atau mampir langsung ke Karta Pustaka di Bogem, Kalasan.

Kereta Betenaga Angin

 



Halo, Sobat KP! kita semua tahu kalau Belanda sangat terkenal dengan teknologi yang membantu mereka dalam menjalankan kesehariannya. Salah satunya adalah teknologi bahan bakar utama bagi moda transportasi favorit warga Belanda: kereta api. Yuk, kita bedah fakta seru di balik kereta api yang 100% bertenaga angin ini!

Sejak awal tahun 2017, Belanda mengaplikasikan inovasi teknologinya dalam hal transportasi kereta dimana ia menjadi negara pertama di dunia yang seluruh perjalanan kereta api listriknya ditenagai sepenuhnya oleh energi angin. Program keren ini merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan kereta api nasional Belanda, NS (Nederlandse Spoorwegen), dengan perusahaan energi Eneco.



Siapa diantara Sobat KP yang membayangkan ada baling-baling raksasa di atas gerbongnya? Tentu tidak begitu cara kerjanya, ya sobat! Tenaga angin ini dihasilkan dari ladang angin (wind farms) yang tersebar di daratan maupun di lepas pantai Belanda. Energi listrik yang dihasilkan kemudian disalurkan ke jaringan kabel listrik kereta api Belanda. Nah, ada 2 fakta menarik dari kereta listrik Belanda ini sobat, yaitu seluruh kereta api di Belanda membutuhkan sekitar 1,2 miliar kWh listrik per tahun. Selanjutnya, setiap harinya, NS mengoperasikan sekitar 5.500 perjalanan kereta yang membawa kurang lebih 600.000 penumpang. Hebatnya, semua perjalanan itu kini bebas emisi karbon. Wah, keren juga ya sobat!

Di Belanda, Transportasi sering kali menjadi penyumbang polusi terbesar. Dengan beralih ke 100% tenaga angin, Belanda berhasil memangkas jejak karbon secara drastis dalam sektor mobilitas publik. Bagi Sobat KP yang berkesempatan berkunjung ke Belanda, kamu bisa berkeliling dari Amsterdam ke Utrecht atau Rotterdam dengan perasaan tenang, karena perjalananmu kali ini sama sekali tidak meninggalkan polusi bagi bumi. Gimana, makin kagum kan dengan kecanggihan dan kepedulian lingkungan di Negeri Kincir Angin ini?

Referensi:

https://www.ns.nl/en/about-ns/sustainability/climate-neutral/ns-buses-run-on-fuel-recycled-from-waste.html

https://www.enbridge.com/energy-matters/news-and-views/hollands-electric-trains-now-100-percent-wind-powered

https://www.duurzaam-vervoer.nl/reizen-met-de-trein/

https://nieuws.eneco.nl/klimaatneutraal-treinen-per-2018-een-feit/

https://nieuws.ns.nl/eneco-levert-100-groene-stroom-aan-ns-en-prorail-op-de-stations/

https://www.forbes.com/sites/lauriewinkless/2017/01/12/dutch-trains-are-now-powered-by-wind/

https://redigest.web.id/2025/06/prorail-dan-ns-angin-jadi-sumber-energi-berkelanjutan-krl-di-belanda/

https://www.kaorinusantara.or.id/newsline/67344/wah-seluruh-kereta-api-di-belanda-kini-gunakan-tenaga-angin