Les Bahasa Belanda

UJIAN BASISEXAMENINBURGERING A1

Beberapa orang cukup kewalahan dalam mempersiapkan Ujian Basisexamen Inburgering. Tapi sebagian lagi bingung, itu ujian apa sih? Mungkinkah ...

Monday, May 11, 2026

SolaRoad: “Pabrik” Listrik dari Gowes Sepeda

 

SolaRoad Adalah Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang Menyamar  Sebagai Jalanan

Halo, sobat KP!

Pernah nggak sih, kalian berpikir tentang membuat “pabrik” listrik dengan memanfaatkan jalanan yang tiap hari kita lewati? Pasti banyak yang bakal nyangkal dengan pertanyaan “Ah masak bisa sih? Gak mungkin lah.” Tapi di Belanda, ide out of the box ini sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu melalui proyek bernama SolaRoad. Yuk, kita bahas bareng tentang SolaRoad ini!

SolaRoad berawal dari tahun 2014 di sebuah kota kecil di Belanda bernama Krommenie. Proyek yang mencetak sejarah sebagai jalur sepeda bertenaga surya pertama di dunia ini merupakan hasil dari kolaborasi antara Organisasi Penelitian Ilmiah Terapan Belanda (TNO), berbagai perusahaan teknologi, serta pemerintah provinsi setempat. Pada tahap awal peluncurannya, lintasan percontohan ini hanya membentang sejauh 70 meter. Namun, karena kinerja operasional perdananya dinilai sangat menjanjikan, fasilitas tersebut kemudian diperpanjang hingga mencapai  100 meter pada tahun 2016. Di balik masa penelitian dan pengembangannya yang memakan waktu lima tahun dengan total investasi sebesar €3,5 juta, fase uji coba awal SolaRoad membuktikan potensinya dengan memproduksi pasokan listrik sebesar 140 kWh.

Kemudian muncul pertanyaan tentang Bagaimana cara kerja dari SolaRoad ini? Secara konstruksi, SolaRoad dirakit dari balok-balok beton berukuran 2,5 x 3,5 meter. Kemudian di bagian dalam beton tersebut, terdapat sel surya silikon. Nah, supaya panelnya tetap bisa menyerap sinar matahari tapi aman untuk dilintasi roda sepeda, permukaannya ditutup menggunakan lapisan kaca tempered yang sangat tebal dan tembus pandang. Lalu, bagaimana kalau hujan dan menjadi licin? Sobat KP gak perlu takut jatuh, karena kacanya sudah dilapisi bahan anti selip khusus. Listrik yang berhasil dipanen dari rute sepeda ini langsung disuntikkan ke jaringan listrik lokal untuk menghidupkan lampu jalan.

Walaupun beberapa orang menilai proyek ini belum siap karena melihat ketimpangan antara tingginya biaya dengan listrik yang dihasilkan, SolaRoad menjadi bukti nyata kemajuan pemikiran Belanda terhadap teknologi. Menurut min KP, proyek ini sukses menjadi pionir yang mengubah rutinitas harian masyarakat Belanda menjadi sumber energi tak terduga. Kalok menurut sobat KP gimana?

Referensi:

https://sdg.iisd.org/news/netherlands-unveils-first-ever-solar-road/

https://energymakeovers.com.au/blog/solaroad-the-dutch-solar-bike-path/

https://futuretransport-news.com/suppliers/solaroad/

https://hybrid.co.id/post/solaroad-adalah-sistem-pembangkit-listrik-tenaga-surya-yang-menyamar-sebagai-jalanan/

 

 

Sunday, May 10, 2026

KattenKabinet di Amsterdam

 


Halo, sobat KP!

Siapa nih diantara sobat KP yang pecinta kucing atau catlovers? Buat para catlovers yang ingin mencari suasana baru di negeri kincir angin, kalian bisa banget kepoin KattenKabinet atau The Cat Cabinet yang ada di Amsterdam. KattenKabiner merupakan museum seni di Amsterdam berisi karya-karya yang menggambarkan kucing. Koleksinya beragam mulai dari lukisan, patung, juga karya seni lainnya seperti karya Pablo Picasso, Rembrandt, Henri de Toulouse-Lautrec, Corneille, Sal Meijer, Théophile Steinlen, dan Jože Ciuha, di antara lainnya. 

 

 

 

Museum ini berlokasi di sebuah rumah megah dari abad ke-17 di Herengracht 497, Kawasan Gouden Bocht. Didirikan pada tahun 1990 oleh Bob Meijer untuk mengenang kucing kesayangannya yang bernama John Pierpont Morgan. Saking disayangnya, setiap lima tahun sekali Morgan mendapatkan hadiah istimewa. Pada ulang tahunnya yang kelima, Ansel Sandberg melukis potretnya. Kemudian, di ulang tahunnya yang kesepuluh, hadiahnya berupa patung perunggu. Lalu untuk perayaan ulang tahunnya yang kelima belas, teman-teman dan pengagumnya menyusun sebuah buku berisi lima puluh limerick yang semuanya didedikasikan untuk Morgan: “Seekor Kucing Sombong dari Toulouse dan Kekonyolan Kucing Lainnya”. Tidak hanya itu, di ulang tahun ini juga potretnya dibuat menggantikan George Washington pada uang kertas dolar Amerika dengan slogan sarkas "We Trust No Dog". Waduh, bahkan min KP kalah sama si Morgan ini ahahaha.

Hal yang membuat pengalaman berkunjung ke sini terasa sangat hidup khusunya untuk para catlovers adalah kehadiran para "tuan rumah" yang asli. Ya, ada kucing-kucing yang bisa sobat KP temui tinggal dan berkeliaran dengan bebas di dalam museum ini. Mereka seringkali terlihat bermain atau malah asik tidur di pojokan. Jadi, KattenKabinet ini bisa masuk ke salah satu list destinasi wisata yang sempurna antara seni dan kecintaan pada hewan peliharaan. Oiya, sobat KP juga bisa coba untuk melihat-lihat museum dengan virtual tour dari link berikut ini https://kattenkabinet.nl/en/virtual-tour/ yaa.

Referensi:

https://kattenkabinet.nl/en/

https://ourlittlelifestyle.com/kattenkabinet-cat-museum-amsterdam/

 

Thursday, April 30, 2026

Kikkerlandje

 

Kikkerlandje

Waarom noemen we Nederland ook wel 'het kikkerlandje'? | NPO Radio 1

Halo, sobat KP!

Selain dijuluki sebagai negara keju atau kincir angin, ternyata Belanda juga sering dijuluki sebagai Kikkerlandje atau "Negeri Katak Kecil". Hah, kok bisa? Sebutan unik ini ternyata lahir dari perpaduan antara kondisi geografis dan sejarah di masa lalu, sobat. Julukan ini dekat dengan keadaan geografis Belanda yang berada di bawah permukaan laut, dimana banyak ditemukan hamparan tanah basah, kanal, dan rawa-rawa yang dikeringkan melalui sistem polder. Kondisi alam yang lembab dan didominasi oleh air ini menciptakan ekosistem yang secara alami menjadi hunian ideal bagi para amfibi seperti katak, sehingga siapa pun yang melihat bentang alam Belanda akan langsung memahami mengapa identitas “katak” begitu melekat.

Dari sisi sejarah,  istilah ini bermula dari ejekan "Negara Katak" saat ketegangan perang Inggris-Belanda pada tahun 1665 melalui sindiran John Ogilby yang melabeli warga Belanda sebagai amfibi. Tren "pamflet fabel" perpaduan fabel Aesop dan propaganda politik, ini kemudian dimanfaatkan oleh Prancis untuk mendiskreditkan (usaha untuk menjelekkan) wilayah Low Countries. Namun, alih-alih terpuruk oleh hinaan tersebut, masyarakat Belanda justru melakukan hal cerdik, dimana sejak 1672 Belanda mengadopsi metafora tersebut sebagai identitas diri. Julukan ini bertransformasi dari sebuah hinaan menjadi simbol kebanggaan atas kemampuan mereka beradaptasi di lingkungan yang menantang, layaknya katak yang lincah hidup di dua alam.

Jadi, pada akhirnya penyebutan negara katak ini menjadi filosofi hidup orang Belanda yang praktis dan efisien. Meski luas wilayahnya tergolong kecil, mereka berhasil membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang untuk menjadi pionir dalam inovasi pengelolaan air terbaik di dunia.

Referensi:

https://www.dbnl.org/tekst/_lit003199401_01/_lit003199401_01_0008.php

https://www.nporadio1.nl/nieuws/geschiedenis/9194d2c0-36cf-4e12-8d63-889399165d99/waarom-noemen-we-nederland-ook-wel-het-kikkerlandje

https://www.startpagina.nl/v/wetenschap/aardrijkskunde/vraag/360779/nederland-wel-kikkerlandje-genoemd/