Berbicara soal Belanda,
maka kita tidak bisa jauh-jauh dari pembahasan air, juga bendungan dan tanggul.
Tapi, Apakah sobat KP tahu perbedaan dari keduanya? Mereka itu serupa tapi tak
sama lho, sobat. Untuk lebih lengkapnya, yuk kita bahas bareng!
Pengelolaan air sudah menjadi bagian dari jati
diri Belanda. Hal ini sangat penting karena berhubungan langsung dengan
keberlangsungan negara ini. Ya! Karena tanpa bendungan dan tanggul, mungkin negara
Belanda sudah hilang tenggelam di bawah air. Nah, dua struktur pengendalian
banjir ini, masing-masing memiliki peranan berbeda dalam sistem pengendalian
banjir di seluruh dunia, lho sobat.
Pertama, bendungan. Bendungan
merupakan struktur pondasi yang dibangun melintasi sungai atau saluran air
untuk menahan air dan mengendalikan alirannya. Bendungan ini, sebagian
besar terbuat dari beton atau tanah dan membentuk waduk di belakangnya.
Bendungan ini membantu kita mengatur seberapa banyak dan kapan air yang
mengalir ke hilir. Pembangunan sebuah bendungan sejatinya memiliki beragam
tujuan strategi yang mencakup aspek pemanfaatan sumber daya hingga mitigasi
bencana, seperti:
1.
Pembangkit listrik tenaga air: Mengubah energi kinetik aliran air menjadi sumber daya terbarukan.
2.
pengendalian banjir:
Menampung debit air yang berlebih saat cuaca ekstrem agar dapat dialirkan
kembali secara terkendali.
3.
penyimpanan cadangan
air: Memenuhi kebutuhan
irigasi lahan pertanian, konsumsi domestik, maupun sektor industri.
4.
kawasan rekreasi: Membentuk danau buatan guna masyarakat beraktivitas
olahraga udara seperti memancing atau berperahu.
Kedua, tanggul. Tanggul merupakan tembok yang sengaja dibangun di
sepanjang sungai, danau, atau garis pantai untuk mencegah air mengalir ke
daerah dataran rendah. Berbeda
dengan bendungan yang memotong sumber air, tanggul membentang sejajar
dengan sumber air tersebut. Pembangunan tanggul itu bukan cuma sekedar
menjalankan aliran air, melainkan menjadi solusi teknis untuk berbagai
tantangan lingkungan. Fokus utamanya meliputi:
1.
Perlindungan Wilayah Pesisir: Penghalang
pengikisan tanah akibat erosi pantai serta meredam daya hancur yang dibawa oleh
gelombang laut.
2.
Mitigasi Bencana Banjir: Menahan
luapan air yang disebabkan oleh curah hujan ekstrem maupun fenomena gelombang
pasang (rob) agar tidak menggenangi pemukiman.
3.
Reklamasi Lahan: Membantu
pengalihan fungsi wilayah yang tadinya terendam menjadi kawasan produktif, baik
untuk kawasan perumahan manusia maupun lahan yang cocok ditanami yang stabil.
Wah, ternyata tanggul
dan bendungan itu dua hal yang berbeda, ya sobat. Tapi, walaupun berbeda,
keduanya saling melengkapi sebagai teknologi guna “menjinakkan” air. Kalau
sobat KP, sudah pernah melihat langsung bendungan atau tanggul belum nih? Tulis
di kolom komentar, ya!
Referensi:
https://trapbag.com/blog/dikes-vs-dams/