Halo, Sobat KP!
Pernahkah kamu
mendengar istilah "Going Dutch"? Di Belanda, konsep
berbagi tagihan atau yang akrab kita sebut sebagai "patungan" alias
"PT-PT" sudah menjadi norma yang sangat kental. Menariknya, tidak ada
rasa canggung sama sekali ketika seseorang mengirimkan pesan tagihan tepat
setelah acara makan bersama selesai, karena setiap orang memang diharapkan
membayar apa yang mereka konsumsi sendiri secara transparan. Nah, budaya
patungan ini sekarang sudah bertransformasi menjadi fenomena digital di
Belanda melalui aplikasi bernama Tikkie. Tikkie merupakan aplikasi
pembayaran online yang memungkinkan sobat KP untuk meneruskan permintaan
bayar kepada orang lain melalui WhatsApp atau kode QR.
Sobat KP perlu
tahu bahwa Tikkie ini banyak digunakan bahkan untuk membayar hal yang mungkin
bagi kita sepele. Jadi jangan heran kalau sobat KP menerima tagihan untuk
nominal yang bahkan bisa dibilang sangat kecil, seperti biaya parkir atau
segelas kopi seharga €1,50, karena bagi orang Belanda, kejelasan dan
transparasi finansial adalah kunci kenyamanan dalam pertemanan. Oiya,
tikkie ini juga memiliki etika tersendiri sobat, salahsatunya adalah
dalam hal kecepatan merespons (membayar). Jika sobat KP menerima pesan tikkie,
maka membayar dengan sesegera mungkin adalah bentuk penghormatan terhadap waktu
dan uang orang lain. Selama ajakannya bukan berupa undangan makan malam resmi,
bersiaplah untuk selalu “PT PT” agar hubungan sosial tetap harmonis tanpa ada
pihak yang merasa terbebani secara finansial.
Memahami
budaya Tikkie berarti Sobat KP secara tidak langsung sedang belajar karakter
masyarakat Belanda yang jujur, praktis, dan sangat menghargai kemandirian.
Meski awalnya akan terasa kaku apalagi bagi kita orang Indonesia yang “gak
enakan”, sistem ini sebenarnya mempermudah urusan nongkrong tanpa perlu repot
menghitung uang tunai atau merasa berutang budi. Jadi, jika nanti kamu
berkesempatan berkunjung ke Negeri Kincir Angin dan menerima notifikasi tagihan
digital setelah menikmati kopi di pinggir kanal, jangan diambil hati ya! Itu
adalah tanda bahwa kamu sudah mulai membaur dengan gaya hidup lokal. Oiya, kalau budaya tikkie ini kita bawa ke
Indonesia, kira-kira bisa gak ya?
Referensi:
https://www.utwente.nl/en/stories/student/1839446/a-guide-to-dutch-culture/?tag=internationals
https://dutchreview.com/culture/tikkie-etiquette-dos-and-donts-of-asking-for-money/
https://www.consumentenbond.nl/betaalrekening/tikkie
