Les Bahasa Belanda

UJIAN BASISEXAMENINBURGERING A1

Beberapa orang cukup kewalahan dalam mempersiapkan Ujian Basisexamen Inburgering. Tapi sebagian lagi bingung, itu ujian apa sih? Mungkinkah ...

Monday, August 17, 2026

Jejak Kereta Api Masa Lalu Perusahaan Belanda di Kalimantan

 

 


Halo, sobat KP!

Kalimantan merupakan pulau besar di Indonesia yang selama ini tidak menggunakan kereta api sebagai transportasi publik bagi masyarakatnya. Namun anggapan bahwa Kalimantan "tak pernah punya rel" adalah anggapan yang keliru. Di balik padatnya hutan tropis, tersimpan peninggalan besi-besi tua zaman Hindia Belanda yang nyaris terlupakan. Tapi, saat ini kisah itu akan kembali relevan karena pemerintah berambisi menghidupkan jaringan Kereta Trans Kalimantan. Penasaran? Yuk kita bahas lebih lanjut!

Kereta api pertama di Kalimantan bukanlah kereta penumpang yang mengangkut manusia dari kota ke kota, melainkan lori tambang yang bergerak mengangkut batu bara. Mansyur seorang sejarawan sekaligus dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menjelaskan bahwa pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda, mereka ”mau tidak mau” harus membangun jaringan rel demi mendukung pengangkutan hasil bumi ke pelabuhan dan kota untuk menunjang efisiensi waktu jual beli. Selain itu, keberadaan jaringan rel kereta di Kalimantan ini  juga ditelusuri oleh Mr Gerard de Graaf, seorang railfans (penggemar kereta api) Belanda yang juga seorang fotografer. Ia banyak merujuk buku Onze Koloniale Minjnbouw De Steenkolonindustria karya Ir RJ Van lier. Menurut catatan tersebut, kereta di daerah pertambangan seperti Sumatra dan Kalimantan beroprasi dalam rentang 1888 – 1956. Jejak tertua perkeretaapian ini mengarah ke tambang Oranje-Nassau di Pengaron, Kabupaten Banjar, tempat gerobak kecil digerakkan di atas rel sederhana menuju Sungai Riam Kiwa. Dugaan yang diperkuat temuan dua roda besi lori oleh Balai Arkeologi Banjarmasin pada 2012.

(Roda besi yang diduga milik lori di Situs Tambang Batubara Oranje Nassau yang ditemukan Tim ekskavasi Balai Arkeologi Banjarmasin (2012))

Jejak peninggalan serupa juga muncul di Balikpapan, di Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) atau anak usaha dari Royal Dutch Shell. Mereka membangun rel untuk mengangkut drum minyak dari kilang ke pelabuhan sekaligus mengangkut para petinggi perusahaan. Jaringan bersistem Decauville (decauville merupakan sistem kereta api industri ringan) ini dibangun dengan lebar rel 1.000 mm, sama seperti Sabah State Railway, dengan lokomotif uap Henschel und Sohn dan diesel Deutz asal Jerman. Sayangnya, jalur rel Kalimantan ini berakhir hancur. Infrastruktur di Balikpapan lenyap pada Perang Dunia II dan makin tersingkir oleh modernisasi pengangkutan BBM.

kereta api kalimantan indonesia

(Kereta api Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) di Balikpapan)

(Kereta Api BPM yang sedang mengangkut drum minyak)

 

Wacana menghidupkan perkeretapian di kalimantan berulang kali muncul namun selalu berakhir nihil. Mulai dari Presiden Joko Widodo yang melakukan peletakan batu pertama pembangunan proyek kereta api batubara di Balikpapan, Kaltim tahun 2015. Kemudian, pembangunan jalur kereta itu beriringan dengan rencana awal pemerintah membangun jaringan 2.428 km pada 2015–2017 dari Kalimantan Utara memutar ke Kalimantan Barat. Proyek ini pun tak berlanjut. Tapi, kini harapan itu kembali lagi, dimana pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan Trans Kalimantan sebagai prioritas, bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjajaki investor dari China dan Rusia. Wah, jika ini benar terealisasikan, min KP gakebayang sih seberapa kerennya!

Dari lori batu bara yang zaman kolonial hingga rencana kereta modern yang dilirik investor asing, sejarah menegaskan bahwa rel di Kalimantan pernah ada, rusak, dan menghilang puluhan tahun. Apakah generasi kita yang sekarang mampu mengubah jejak besi tua itu menjadi moda transportasi rakyat di sana? Kita tunggu dan lihat ya, sobat!

Tertarik belajar bahasa Belanda? sobat KP bisa langsung mengakses link berikut ini!

Referensi:

https://irps.or.id/2021/04/kalsel-pertama-kali-miliki-rel-kereta-api-di-indonesia/

https://irps.or.id/2024/01/jejak-kereta-api-di-bagian-indonesia-di-pulau-kalimantan/

https://kemenkoinfra.go.id/detailpost/percepat-pengembangan-kereta-trans-sumatra-kalimantan-dan-sulawesi-menko-ahy-tekankan-sinergi-dan-pembiayaan-kreatif

https://www.kompas.id/artikel/wacana-kereta-api-kalimantan-dan-rencana-yang-selalu-kandas

https://www.detik.com/kalimantan/ikn/d-8612462/ikn-direncanakan-terhubung-dengan-jalur-kereta-trans-kalimantan

 

 

 

 

 

 

Tuesday, August 11, 2026

Meisje met de Parel

 


Halo, sobat KP!

Para sobat KP tau gak sih? Ada satu lukisan Belanda yang wajahnya mungkin lebih kalian kenal daripada nama pelukisnya. Ya! Lukisan Meisje met de Parel, alias Gadis dengan Anting Mutiara. Lukisan terkenal ini dibuat oleh Johannes Vermeer (1632–1675), salah satu pelukis paling legendaris dari zaman keemasan Belanda (Gouden Eeuw). Vermeer hidup dan berkarya di kota Delft, dan ia terkenal dengan lukisan yang bernuansa adegan rumahan yang tenang dengan pencahayaan yang ikonik. Bedanya dengan pelukis lain, dia bukan bukan tipe pelukis produktif. Ia mengerjakan setiap kanvas dengan perlahan dan super teliti, jadi hanya sekitar 36 lukisan yang kita kenal sampai sekarang. Namun, uniknya setelah ia wafat namanya sempat menghilang hingga hampir dua abad, sampai akhirnya "ditemukan kembali" pada abad ke-19 dan dijuluki Sphinx van Delft karena sosoknya penuh misteri.

Lukisan Meisje met de Parel menarik, karena banyak orang salah mengira kalau lukisan ini merupakan potret seseorang. Faktanya, lukisan ini merupakan tronie yaitu lukisan wajah imajiner yang menampilkan sebuah tipe atau karakter, bukan potret orang asli. Makanya di lukisan ini sang gadis (meisje) menggunakan sorban gaya oriental dan anting mutiara besar yang mencolok, dimana ini bukan busana sehari-hari perempuan Belanda abad ke-17, tapi kostum agar kesannya eksotis dalam lukisan. Lukisan ini dibuat sekitar tahun 1665, dan ternyata ukurannya mungil hanya sekitar 44,5 × 39 cm. Namun, dibalik ukurannya yang mungil, lukisan ini menjadi bintang utama di museum Mauritshuis Den Haag.

Layaknya seorang pelukis yang memiliki ilmu seni tinggi, terdapat banyak hal menarik di balik lukisan ini. Mulai dari namanya, ternyata lukisan ini tidak selalu benama ”Gadis dengan Anting Mutiara”, melainkan sampai tahun 1995 dia lebih sering disebut "Gadis dengan Sorban". Lalu soal mutiaranya juga menuai perdebatan dimana kemungkinan besar mutiara itu palsu. Hal ini bermula karena mutiara dalam lukisan dinilai terlalu besar untuk ukuran mutiara asli, sehingga banyak yang menduga bahwa anting tersebut hanya tetesan kaca yang dilapisi pernis. Terlepas dari pemikiran ini, nama karya seni tersebut tidak diubah, itulah sebabnya karya seni ini masih dikenal sebagai ”Gadis dengan Anting Mutiara”. Selain itu, warna biru yang Vermeer gunakan, bukan warna biru sembarangan. Vermeer menggunakan pigmen ini terbuat dari mineral biru terang yang disebut lazurit dari batu lapisan lazuli, yang berasal dari Afghanistan. Selain itu, Vermeer juga dijuluki sebagai "master mutiara", karena mutiara (parel) ini muncul di 18 dari 36 lukisannya. Wah, kayaknya Vermeer bener-bener kagum sama kilauan mutiara, ya sobat!

Di luar fakta-fakta itu, masih ada sederet misteri yang kerap dibahas sampai hari ini. Salah satu yang paling bikin penasaran tentu saja: Siapa gadis ini sebenarnya? Karena dia cuma sebuah tronie, banyak yang yakin dia bukan orang nyata, tapi tetap ada segelintir orang yang menebak, mulai dari putri Vermeer sampai pembantunya, dan belum ada yang bisa memastikan. Ekspresinya pun bikin bingung, terlihat senang atau sedih, mau mendekat atau justru mau pergi? Justru keambiguan inilah yang bikin orang jatuh cinta. Belum lagi risetnya sendiri terus memunculkan kejutan, seperti latar hitam di belakang gadis itu ternyata dulunya sebuah tirai hijau yang perlahan lenyap karena catnya berubah seiring waktu. Bahkan teknik titik-titik cahaya khas Vermeer masih bikin para ahli nebak-nebak apakah dia diam-diam pakai alat bantu optik seperti camera obscura.

Pada akhirnya, rahasia keunikan lukisan ini justru ada di kesederhanaannya. Ya, hanya lukisan seorang gadis yang sedang menoleh dari kegelapan, ditambah dengan cahaya lembut, tanpa latar ramai atau cerita yang rumit. Sesederhana itu, tapi terasa hidup dan abadi. Jadi kalau suatu hari kamu mampir ke Belanda, sempetin nyapa lukisan ini langsung di Mauritshuis, Den Haag. Tot de volgende keer!

Tertarik belajar bahasa Belanda? sobat KP bisa langsung mengakses link berikut ini!

Referensi:

https://www.mauritshuis.nl/en/our-collection/our-masters/johannes-vermeer

https://museum.royaldelft.com/en/blog/did-you-know-this-about-girl-with-a-pearl-earring/

 

Wednesday, August 5, 2026

Tingkatkan Bahasa Belandamu ke Level A2.1 Bareng Karta Pustaka: Pembukaan Kelas Periode Agustus 2026

  


        Karta Pustaka kembali menghadirkan Kursus Online Bahasa Belanda Level A2.1.

Detail Kelas:

  • Harga: Rp1.500.000 (untuk 20x pertemuan)

  • Jadwal: Selasa & Jumat, 18.30 – 20.00 WIB 

  • Mulai: 28 Agustus 2026

Jangan Sampai Kehabisan Kuota! 

Perjalanan menguasai bahasa Belanda merupakan investasi terbaik untuk masa depanmu. Jangan ragu untuk segera mendaftarkan diri karena kuota kelas sangat terbatas demi menjaga kualitas interaksi.

Proses pendaftarannya sangat mudah! Kamu bisa langsung daftar atau sekadar ngobrol santai untuk tanya-tanya lebih lanjut melalui: WhatsApp +62813-3899-8527 (Kak Dea) atau Instagram @kartapustaka juga sobat KP bisa langsung mengakses link berikut ini!

Belajar bahasa baru memang membutuhkan komitmen, tapi bersama Karta Pustaka, belajarnya dijamin bakal seru dan terarah. Sampai jumpa di kelas, tot ziens !