Les Bahasa Belanda

UJIAN BASISEXAMENINBURGERING A1

Beberapa orang cukup kewalahan dalam mempersiapkan Ujian Basisexamen Inburgering. Tapi sebagian lagi bingung, itu ujian apa sih? Mungkinkah ...

Wednesday, May 20, 2026

Floating Farm di Rotterdam

 


            Belanda merupakan negara yang dekat dengan susu dan pengelolaan airnya, tapi bagaimana jika keduanya digabung menjadi satu? Ya, Belanda sudah menggabungkan keahliannya mengelola air dengan dunia agrikultur dalam proyek bernama Floating Farm. Peternakan sapi perah terapung pertama di dunia ini menjadi salahsatu proyek menarik yang dimiliki Belanda. Yuk, kita bahas bareng kenapa peternakan ini bisa sampai "terbang" di atas air dan gimana cara kerjanya!

Kenapa harus di atas air dan Bagaimana awal mulanya? Jadi, pada mulanya ide jenius ini lahir dari krisis yang terjadi di New York akibat Badai Sandy di tahun 2012.  Krisis ini memperlihatkan seluruh kota kehabisan pasokan makanan segar hanya dalam hitungan hari, sehingga mengharuskan mereka bergantung dengan ribuan truk makanan setiap harinya. Kebergantungan pangan dengan wilayah luar ini menggambarkan kerapuhan pangan dari wilayah itu sendiri. Belajar dari peristiwa tersebut, muncul sebuah ide untuk lebih mengeksplore lokalisasi. Lokalisasi produksi pangan ini dibuat melalui pembangunan fasilitas peternakan di atas air, mengingat tata letak geografis juga kedekatan belanda terhadap air.

Desain Konstruksi Tiga Lantai


Desain konstruksi Floating Farm ini memiliki  tiga lantai yang masing-masing punya fungsi berbeda:

  1. Lantai Pertama: Di sinilah tempat tinggal bagi 31 sapi perah yang menghasilkan 600 liter susu setiap harinya.
  2. Lantai Kedua: Area Ini menjadi pusat pengolahan dan penyimpanan pupuk kandangan juga produk susu.
  3. Lantai Ketiga: Tingkat ini berada di bawah air, guna menampung teknologi penyaringan air.

 

Produksi (Pertanian Sirkular)


Floating Farm juga berperan sebagai contoh pertanian sirkular bertekologi tinggi. Produksi di pertanian ini berteknologi tinggi dan berkelanjutan, seperti:

1.      Air hujan dikumpulkan dan disaring untuk dikonsumsi sapi.

2.      Kotoran ternak dikumpulkan, diproses, dan dijual sebagai pupuk.

3.      Pakan untuk sapi berasal dari kota (rumput, kulit kentang, ampas gandum, dll).

4.      Panel surya terapung memasok energi ke pertanian.

Floating Farm juga menggunakan sistem operasionalnya yang serba otomatis. Mulai dari pembersihan kotoran sapi, hingga proses memerah susunya sudah menggunankan bantuan robot. Selain itu, sapi-sapi di sana juga sangat diperhatikan untuk hidup bahagia. Perawatan terbaik diberikan untuk mereka, misalnya tempat tidur Easyfix yang dirancang khusus untuk sapi dan dapat disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing sapi agar tidak menyakiti dirinya sendiri dan bisa hidup dengan nyaman. Wah, min KP jadi minder sama sapi-sapi di sana, ahahaha.

Kehadiran Floating Farm di Rotterdam bukan sekadar ide aneh, tapi sebuah pemikiran cerdas untuk bertahan hidup. Proyek ini membuktikan bahwa kita bisa memproduksi makanan sehat langsung di jantung kota, terlepas dari seberapa ekstrem perubahan cuaca atau naiknya permukaan air laut. Siapa diantara sobat KP yang tertarik untuk melihat langsung Floating Farm ini??

Referensi:

https://www.holland.com/global/tourism/get-inspired/current/greener-cities/floating-farm-in-rotterdam

https://floating.farm/

 

 

No comments:

Post a Comment