Bagi Sobat
KP yang pernah berkunjung atau tinggal di Belanda, pernahkan kalian
terkejut Ketika berjalan di malam hari di kota Amsterdam atau Utrecht karena melihat
betapa “terbukanya” rumah-rumah di sana? Tanpa tirai yang tertutup rapat,
hingga kita bisa melihat langsung ke dalam ruang tamu yang hangat, lengkap
dengan lampu hias dan rak buku yang tertata rapi.
Bagi kita di Indonesia, privasi
adalah segalanya. Namun bagi warga Belanda, membiarkan jendela terbuka lebar
adalah sebuah tradisi yang sudah mengakar kuat. Kok bisa? Yuk, kita cari tahu alasannya!
1.
Ajaran
Calvinisme: "Aku Tidak Punya Apa Pun untuk Disembunyikan"
Salahsatu alasan yang paling
sering dikutip adalah pengaruh kuat dari agama Calvinisme di Belanda
pada masa lalu. Dalam ajaran calvinisme, kejujuran dan keterbukaan menjadi
nilai utama. Sehingga, menurut gagasan ini, tirai yang terbuka menandakan bahwa
kita tidak sedang menyembunyikan apa pun dan menjalani kehidupan yang
terhormat. Juga warga Belanda percaya bahwa jika mereka menutup tirai, itu
berarti mereka sedang menyembunyikan sesuatu yang menjanjikan atau berdosa di
dalam rumah. Dengan membiarkan jendela terbuka, mereka seolah berkata: "Lihatlah,
aku tidak memiliki rahasia apa pun."
2.
Perang
Dunia kedua
Selama masa perang dunia kedua dimana
Belanda diduduki oleh Jerman, terdapat banayk aturan pembatasan terhadap
cahaya. Hal ini menyebabkan timbulnya banyak aturan pemadaman lampu. Alasannya
agar pesawat pembom sekutu tidak bisa menjadikan cahaya kota sebagai navigasi
untuk mencapai target. Sehingga, warga dipaksa untuk menutup jendela dengan
tirai yang sangat tebal, cat hitam, atau kertas gelap. Saking ketatnya,
sampai-sampai jika ada sedikit saja cahaya yang bocor keluar, itu akan
menyebabkan denda. Sehingga, ketika Belanda bebas pada tahun 1945, mereka
bersama-sama membuka tirai lebar-lebar menjadi simbol kebebasan yang
luar biasa. Cahaya yang keluar dari jendela seolah merayakan berakhirnya
masa-masa gelap penindasan.
3.
Berburu
Cahaya Matahari
Oiya, jangan lupa faktor
cuaca, Sobat. Belanda merupakan salahsatu negara yang sangat kekurangan
cahaya, apalagi ketika bulan-bulan musim gugur hingga musim dingin. Mereka sangat
sering berawan. Karena arsitektur rumah di Belanda cenderung sempit dan
panjang ke belakang, cahaya alami jadi barang mewah, deh. Menutup
jendela dengan gorden tebal hanya akan membuat rumah terasa semakin gelap dan
sumpek. Sehingga, banyak warga Belanda yang sangat menghargai setiap pancaran cahaya
matahari yang masuk ke dalam rumah mereka.
Jadi, Gimana nih menurut Sobat KP? Kalau kebiasaan
ini dilakukan di Indonesia, kira-kira apa yang akan terjadi ya?
Referensi:
https://www.visitingthedutchcountryside.com/culture/why-dutch-people-do-not-close-curtains/
https://dutchreview.com/culture/why-dont-the-dutch-like-to-use-curtains/
https://edition.cnn.com/travel/article/dutch-windows
httos://detik.com/
No comments:
Post a Comment