Les Bahasa Belanda

UJIAN BASISEXAMENINBURGERING A1

Beberapa orang cukup kewalahan dalam mempersiapkan Ujian Basisexamen Inburgering. Tapi sebagian lagi bingung, itu ujian apa sih? Mungkinkah ...

Monday, March 9, 2026

Rumah “Langsing” di Amsterdam

 

 


Halo, Sobat KP! Kalian pernah gak sih membayangkan tinggal di dalam rumah yang lebarnya bahkan gak sampai dua meter? Aaa, mungkin bagi para penderita klaustrofobia (fobia ruang sempit), tinggal di sini menjadi ancaman tersendiri untuk mereka. Nah, jika kalian berkunjung ke Amsterdam, pemandangan deretan rumah tinggi yang ramping dan berhimpit di sepanjang kanal pasti akan mencuri perhatian.

Rumah-rumah ini bukan sekadar unik secara visual, tapi menyimpan sejarah panjang tentang kecerdikan warga Belanda dalam menyiasati aturan. Yuk, kita bedah fakta menarik di balik arsitektur "langsing" khas Amsterdam ini!

1.      Pajak yang Menentukan Lebar Bangunan

Tahukah Sobat KP mengapa rumah di sana sangat sempit? Jadi, pada abad ke-16,  warga Belanda dikenai pajak untuk banyak hal, termasuk lebar rumah mereka. Pemerintah menerapkan pajak bangunan berdasarkan lebar fasad (bagian depan rumah) yang menghadap ke kanal. Semakin lebar rumahnya, semakin mahal pajaknya. Alhasil, warga Amsterdam pun memutar otak dengan membangun rumah yang sangat sempit ke samping, namun dibuat sangat tinggi dan memanjang ke belakang. Strategi ini menjadi cara paling jitu untuk menghemat pengeluaran pajak saat itu.

Pemilihan arsitektur ”langsing” ini sangat berpengaruh ke fenomena arsitektur lain di dalam rumah. Salah satu contohnya adalah tangga yang sempit. Banyak wisatawan yang culture shock mendapati tangga-tangga yang sempit dan curam di dalam rumah-rumah kanal tersebut. Namun, bagi banyak warga Belanda, perjalanan naik dan turun dari bangunan arsitektur yang berbahaya ini sudah menjadi hal biasa karena mereka sudah terbiasa menaiki tangga sempit sejak lahir.

2.      Kait Besi di Atap Rumah

Pernah memperhatikan ada balok kayu atau besi yang menonjol di bagian paling atas rumah-rumah ini? Itu disebut sebagai hijsbalk. Mengingat tangga di dalam rumah sangat sempit dan curam, mustahil bagi warga untuk membawa furnitur besar seperti kasur atau lemari melalui jalur dalam. Lalu? Nah, untuk itu hijsbalk hadir di kehidupan mereka sebagai katrol guna mengerek barang-barang dari luar jendela. Inil juga jadi salahsatu alasan mengapa jendela rumah di Amsterdam biasanya berukuran cukup besar.

 

3.      Bangunan yang Terlihat Miring

Kalau Sobat KP melihat rumah yang tampak seolah-olah akan "jatuh" ke arah jalan, jangan khawatir! Itu seringkali disengaja dalam pembangunannya. Teknik ini disebut op de vlucht bouwen. Fasad rumah sengaja dibangun sedikit condong ke depan agar saat barang-barang dikerek menggunakan hijsbalk, barang tersebut tidak membentur tembok atau memecahkan kaca jendela di lantai bawahnya. Selain itu, posisi miring ini memberikan kesan rumah yang lebih megah jika dilihat dari bawah.

Namun, jika sobat KP melihat beberapa rumah yang tampak bersandar satu sama lain untuk menjaga keseimbanga, itu tidak disengaja ya sobat. Banyak rumah bersejarah Belanda, terutama yang berada di Amsterdam, dibangun di atas tiang kayu yang ditancapkan jauh ke dalam rawa berpasir yang merupakan lanskap Belanda. Seiring berjalannya waktu, karena perubahan permukaan air dan penuaan secara umum, beberapa tiang ini mulai membusuk, menyebabkan beberapa rumah miring ke samping.

 

4.      Rekor Bangunan "Paling Sempit"

Terdapat dua bangunan ikonik yang memiliki predikat rumah tersempit di Amsterdam, yaitu:

a.      Singel 7:

Most narrow house in the world, Singel 7, Amsterdam

Sering disebut rumah tersempit di dunia karena bagian belakangnya hanya selebar satu meter. Namun, sebenarnya ini hanyalah fasad belakang rumah yang aslinya lebih luas.

b.     Oude Hoogstraat 22:

 

Kemudian rumah yang benar-benar kecil secara utuh. Lebarnya hanya sekitar 2,02 meter dengan kedalaman 5 meter. Sekarang, rumah mungil ini beralih fungsi menjadi toko teh yang sangat estetik.

Wah, menarik sekali ya, Sobat KP! Pemilihan arsitektur sempit ini membuktikan bahwa keterbatasan ruang dan aturan pajak justru menjadi inovasi ikon dunia sampai hari ini.

Referensi:

https://dutchreview.com/culture/amsterdam-canal-houses/

https://www.iamsterdam.com/en/see-and-do/attractions-and-sights/weird-and-wonderful-houses

https://ar.pinterest.com/pin/908179081099229883/

https://360amsterdamtours.com/the-smallest-house/

https://detik.com/



 

 

 

 

No comments:

Post a Comment