Halo, Sobat
KP! Kalian pernah gak sih membayangkan tinggal di dalam rumah yang lebarnya
bahkan gak sampai dua meter? Aaa, mungkin bagi para penderita klaustrofobia (fobia
ruang sempit), tinggal di sini menjadi ancaman tersendiri untuk mereka. Nah, jika
kalian berkunjung ke Amsterdam, pemandangan deretan rumah tinggi yang
ramping dan berhimpit di sepanjang kanal pasti akan mencuri perhatian.
Rumah-rumah
ini bukan sekadar unik secara visual, tapi menyimpan sejarah panjang tentang
kecerdikan warga Belanda dalam menyiasati aturan. Yuk, kita bedah fakta menarik
di balik arsitektur "langsing" khas Amsterdam ini!
1. Pajak
yang Menentukan Lebar Bangunan
Tahukah Sobat KP mengapa
rumah di sana sangat sempit? Jadi, pada abad ke-16, warga Belanda
dikenai pajak untuk banyak hal, termasuk lebar rumah mereka. Pemerintah
menerapkan pajak bangunan berdasarkan lebar fasad (bagian depan rumah)
yang menghadap ke kanal. Semakin lebar rumahnya, semakin mahal pajaknya.
Alhasil, warga Amsterdam pun memutar otak dengan membangun rumah yang sangat
sempit ke samping, namun dibuat sangat tinggi dan memanjang ke belakang.
Strategi ini menjadi cara paling
jitu untuk menghemat pengeluaran pajak saat itu.
Pemilihan arsitektur
”langsing” ini sangat berpengaruh ke fenomena arsitektur lain di dalam rumah. Salah
satu contohnya adalah tangga yang sempit. Banyak wisatawan yang culture
shock mendapati tangga-tangga yang sempit dan curam di dalam rumah-rumah
kanal tersebut. Namun, bagi banyak warga Belanda, perjalanan naik dan turun
dari bangunan arsitektur yang berbahaya ini sudah menjadi hal biasa karena
mereka sudah terbiasa menaiki tangga sempit sejak lahir.
2.
Kait Besi di Atap Rumah
Pernah memperhatikan ada balok kayu atau
besi yang menonjol di bagian paling atas rumah-rumah ini? Itu disebut sebagai hijsbalk.
Mengingat tangga di dalam rumah sangat sempit dan curam, mustahil bagi warga
untuk membawa furnitur besar seperti kasur atau lemari melalui jalur dalam. Lalu?
Nah, untuk itu hijsbalk hadir di kehidupan mereka sebagai katrol guna
mengerek barang-barang dari luar jendela. Inil juga jadi salahsatu alasan
mengapa jendela rumah di Amsterdam biasanya berukuran cukup besar.
3. Bangunan
yang Terlihat Miring
Kalau
Sobat KP melihat rumah yang tampak seolah-olah akan "jatuh" ke arah
jalan, jangan khawatir! Itu seringkali disengaja dalam pembangunannya.
Teknik ini disebut op de vlucht bouwen. Fasad rumah sengaja
dibangun sedikit condong ke depan agar saat barang-barang dikerek
menggunakan hijsbalk, barang tersebut tidak membentur tembok atau
memecahkan kaca jendela di lantai bawahnya. Selain itu, posisi miring ini
memberikan kesan rumah yang lebih megah jika dilihat dari bawah.
Namun,
jika sobat KP melihat beberapa rumah yang tampak bersandar satu sama lain untuk
menjaga keseimbanga, itu tidak disengaja ya sobat. Banyak rumah bersejarah
Belanda, terutama yang berada di Amsterdam, dibangun di atas tiang kayu yang
ditancapkan jauh ke dalam rawa berpasir yang merupakan lanskap Belanda. Seiring
berjalannya waktu, karena perubahan permukaan air dan penuaan secara umum,
beberapa tiang ini mulai membusuk, menyebabkan beberapa rumah miring ke
samping.
4.
Rekor
Bangunan "Paling Sempit"
Terdapat
dua bangunan ikonik yang memiliki predikat rumah tersempit di Amsterdam, yaitu:
a.
Singel 7:
Sering disebut rumah tersempit di dunia karena bagian
belakangnya hanya selebar satu meter. Namun, sebenarnya ini hanyalah fasad
belakang rumah yang aslinya lebih luas.
b.
Oude Hoogstraat 22:
Kemudian rumah yang benar-benar kecil secara utuh. Lebarnya
hanya sekitar 2,02 meter dengan kedalaman 5 meter. Sekarang, rumah mungil ini beralih fungsi menjadi
toko teh yang sangat estetik.
Wah, menarik sekali ya, Sobat KP! Pemilihan arsitektur
sempit ini membuktikan bahwa keterbatasan ruang dan aturan pajak justru menjadi
inovasi ikon dunia sampai hari ini.
Referensi:
https://dutchreview.com/culture/amsterdam-canal-houses/
https://www.iamsterdam.com/en/see-and-do/attractions-and-sights/weird-and-wonderful-houses
https://ar.pinterest.com/pin/908179081099229883/
https://360amsterdamtours.com/the-smallest-house/
https://detik.com/
No comments:
Post a Comment