Sumber: detik.com
Sobat KP
pernah kepikiran gak sih, bagaimana kalau orang Indonesia duduk di meja yang
sama dan saling berdiskusi sebagai Menteri di luar negeri? Ini bukan
hanya omong kosong, ya sobat! Kenalin, Pangeran Raden Adipati Ario Soejono,
orang Indonesia pertama yang sukses menembus jajaran kabinet pemerintahan
Belanda!
Soejono lahir sebagai
anak Bupati Tulungagung pada 31 Maret 1886. Latar belakang keluarganya
ini lah yang membuat ia memiliki kesempatan emas untuk bersekolah dan berkarier
di dunia pemerintahan. Kariernya didunia pemerintahan melesat tajam, berawal
dari seorang asisten wedana pada 1911 hingga menjabat sebagai Bupati
Pasuruan di usia 30-an. Berkat keahliannya ini, pemerintah kolonial
memberinya kursi di Volksraad (parlemen Hindia Belanda) periode
1920–1930, yang sekaligus sering menugaskan dirinya dalam berbagai agenda
penting lintas negara antara Jawa dan Belanda seperti pelatihan atau seminar.
Momen menegangkan terjadi saat Jepang mulai menduduki
Indonesia pada 1942. Kepanikan memaksa pemerintah Belanda mengungsi ke London,
Inggris, dan Soejono turut dibawa dalam misi pelarian tersebut. Di tengah
ketegangan perang, Perdana Menteri Pieter Sjoerd Gerbrandy mengambil keputusan tak terduga dengan melantik Soejono
sebagai menteri pada 6 Juni 1942. Nah, pasti sobat KP berpikir jika
Soejono dilantik menjadi menteri di kabinet Belanda, ia akan tunduk pada
Belanda. Tapi nyatanya tidak. Ia justru menggunakan posisinya untuk
menyuarakan kepentingan Indonesia. Berkali kali soejono mengusulkan terkait
pembebasan indonesia dari jajahan Belanda namun selalu diabaikan.
Sayangnya,
perlawanan berani Ario Soejono harus berakhir ketika beliau wafat di London
pada 5 Januari 1943. Kisah perjuangannya ini menjadi bukti sejarah bahwa
perlawanan tidak selalu mengandalkan senjata, melainkan bisa dilakukan lewat kemahiran
negosiasi dan adu argumen di kandang lawan.
Referensi: