Les Bahasa Belanda

UJIAN BASISEXAMENINBURGERING A1

Beberapa orang cukup kewalahan dalam mempersiapkan Ujian Basisexamen Inburgering. Tapi sebagian lagi bingung, itu ujian apa sih? Mungkinkah ...

Monday, June 29, 2026

Mulai Langkah Pertamamu Belajar bahasa Belanda Bersama Kelas Online Karta Pustaka! Pembukaan Kelas Periode Juli 2026

 


        Pernah merasakan belajar bahasa Belanda yang rumit karena tata bahasanya yang unik? Atau mungkin kamu sedang menyusun rencana untuk studi lebih lanjut dan membangun karier di Negeri Kincir Angin, tapi bingung harus mulai belajar dari mana? Tenang, kamu gak sendirian.

Kabar baik, Karta Pustaka kembali membuka pendaftaran kelas bahasa Belanda online untuk periode Juli 2026Mari kita bedah satu per satu opsi kelas yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhanmu:

1. Kelas A11 (Pemula & Dari Nol)

  • Fokus Materi: Basic Grammatica (tata bahasa dasar), Luisteren (mendengar), Schrijven (menulis), Lezen (membaca), dan Spreken (berbicara). Di akhir program, akan ada Ujian Kompetensi untuk mengukur kemajuan Kamu.

  • Jadwal: Setiap Senin & Rabu (Mulai 08 Juli 2026) | Pukul 18.30 - 20.00 WIB.

  • Investasi: Rp425.000 (untuk 10 kali pertemuan).

2. Kelas A12 (Lanjutan A11)

  • Fokus Materi: Comparatieven (perbandingan), Substantief (kata benda), Imperatief (kalimat perintah), frequentiewoorden (kata penunjuk frekuensi), plus Ujian Kompetensi Akhir Level.

  • Jadwal: Setiap Selasa & Jumat (Mulai 09 Juli 2026) | Pukul 18.30 - 20.00 WIB.

  • Investasi: Rp485.000 (untuk 12 kali pertemuan).

3. Kelas A13 (Lanjutan A12, Akhir Tingkat A1)

  • Fokus Materi: Rangtelwoorden (kata bilangan bertingkat), Pronomen Personale (kata ganti orang), Possessief pronomen (kata ganti kepunyaan), penggunaan er/daar , Separabele verba (kata kerja yang bisa dipisah), dan ditutup dengan Ujian A1.

  • Jadwal: Setiap Senin & Kamis (Mulai 09 Juli 2026) | Pukul 18.30 - 20.00 WIB.

  • Investasi: Rp545.000 (untuk 14 kali pertemuan).

4. Kelas A21 (Tingkat A2, Lanjutan A13 - Setengah A2)

Selamat! Jika kamu mengambil kelas ini, berarti kamu sudah siap masuk ke ranah level A2. Pemahaman bahasamu akan jauh lebih kompleks dan ekspresif.

  • Fokus Materi: Perfectum (bentuk lampau selesai), Veerwijzen naar objecten (merujuk pada objek), Zo/Zo'n , Verbum Auxiliarie (kata kerja bantu), penggunaan Ergens, nergens, overal , serta Ujian Kompetensi.

  • Jadwal: Setiap Senin & Rabu (Mulai 08 Juli 2026) | Pukul 18.30 - 20.00 WIB.

  • Investasi: Rp1.500.000 (untuk 20 kali pertemuan).

Informasi Modul Pembelajaran (Buku Cetak)

Untuk mendukung proses belajarmu, Karta Pustaka menyediakan buku cetak fisik seharga Rp200.000 . Berikut adalah rincian biaya ongkos kirim dan biaya penanganan berdasarkan lokasimu:

  • Area Jogja: Rp35.000

  • Jawa & Bali: Rp45.000

  • Sumatera: Rp75.000

  • Daerah Lainnya: Rp125.000

Kuota Terbatas, Amankan Kursimu Sekarang!

Proses pendaftarannya sangat mudah! Kamu bisa langsung mengamankan posisimu atau sekadar ngobrol santai untuk tanya-tanya lebih lanjut melalui: 📞 WhatsApp: +62813-3899-8527 (Kak Dea) 📱 Instagram: @kartapustaka atau sobat KP bisa langsung mengakses link berikut ini!

Belajar bahasa baru memang membutuhkan komitmen, tapi bersama Karta Pustaka, belajarnya dijamin bakal seru dan terarah. Sampai jumpa di kelas, tot ziens !



Friday, June 26, 2026

Gedoogbeleid Ganja di Belanda

 





            Belanda kerap disebut sebagai negara yang memberikan kebebasan pada masyarakatnya untuk menjual, membeli, juga menggunakan ganja di kehidupan sehari-harinya sejak era 1970-an. Bayangan tentang deretan kedai kopi yang dengan bebas menyajikan ganja di pinggir kanal Amsterdam sering kali memunculkan satu anggapan keliru: ganja sepenuhnya legal di sana. Kenyataannya, realitas hukum di Negeri Kincir Angin terkait hal ini, jauh lebih rumit. Yuk, kita bedah bagaimana sistem ini sebenarnya berjalan dan aturan apa yang harus dipatuhi!

A. Apakah Ganja Legal?

Jika merujuk pada Undang-Undang Opium (Opiumwet) yang berlaku, penjelasannya adalah tidak. Segala bentuk kepemilikan, produksi, dan distribusi ganja secara teknis merupakan pelanggaran pidana. Namun, pemerintah setempat membedakan kategori zat adiktif menjadi dua kelompok yaitu narkotika keras (seperti kokain atau heroin) dan narkotika ringan (seperti ganja atau hasish). Nah, narkoba ringan ini dianggap memiliki risiko kesehatan yang lebih minimal, sehingga negara memberikan toleransi dengan aturan yang dikenal dengan istilah gedoogbeleid. Ini adalah sebuah kebijakan toleransi dimana aparat penegak hukum secara sadar memilih untuk tidak menuntut warga atau kedai kopi yang melakukan transaksi narkoba ringan, selama mereka beroperasi di dalam batasan aturan yang ada.

B. Syarat AHOJGI+

Beberapa kedai kopi di Belanda bukan hanya tempat untuk menikmati kopi dan kue saja, melainkan juga bisa menjadi tempat untuk ”menikmati ganja”. Agar tidak ditutup paksa oleh pihak yang berwenang, para pemilik usaha harus tunduk pada syarat wajib yang sering disingkat sebagai AHOJGI+ .

A: Geen Affichering

Dilarang melakukan promosi apa pun, selain papan nama di fasad bangunan.

H: Geen Harddrugs

Narkotika golongan keras mutlak dilarang beredar, dijual, atau disimpan di dalam area kedai.

O: Geen Overlast

Pengoperasian kedai tidak boleh memicu gangguan lingkungan, seperti gangguan kebisingan, sampah atau masalah parkir.

J: Geen verkoop aan Jeugdigen en geen toegang voor jeugdigen tot een coffeeshop

Tidak ada penjualan kepada  anak di bawah umur, mengingat peningkatan penggunaan ganja di kalangan anak muda, diputuskan untuk memberlakukan batasan usia 18 tahun secara ketat.

G: Geen verkoop van Grote hoeveelheden

Transaksi maksimal dibatasi 5 gram per pelanggan, dengan total stok di dalam kedai tidak boleh lebih dari 500 gram.

I

Penjualan hanya diperuntukkan bagi penduduk yang memiliki identitas kependudukan resmi Belanda, bukan untuk turis asing.

+:het ‘pluscriterium’

Tidak ada penjualan yang dikombinasikan dengan alkohol, kedai kopi tidak diperbolehkan menyajikan minuman beralkohol (+).

         Setiap pemerintah kota (gemeente) memiliki hak prerogatif (hak atau kekuasaan istimewa) untuk memperketat aturan ini. Beberapa wilayah bahkan memberlakukan larangan total berdirinya kedai kopi baru atau memberlakukan aturan jarak minimum dari area sekolah, sobat.

Wah, jadi ternyata keberadaan Ganja di Belanda juga tidak sebebas itu ya. Meskipun sering dianggap legal, nyatanya penggunaannya tetap diatur oleh berbagai aturan dan batasan tertentu. Semoga informasi ini bisa meluruskan berbagai anggapan yang selama ini beredar. Sampai jumpa di pembahasan menarik lainnya! 

Tertarik belajar bahasa Belanda? sobat KP bisa langsung mengakses link berikut ini!

Referensi:

https://www.government.nl/themes/family-health-and-care/drugs/toleration-policy-regarding-soft-drugs-and-coffee-shops

https://cannabis-europa.com/insights/is-cannabis-legal-in-netherlands/

https://wetten.overheid.nl/BWBR0001941/2026-01-28

https://hetccv.nl/themas/georganiseerde-criminaliteit-en-ondermijning/drugstoerisme/coffeeshopbeleid-in-nederland/

https://cms.law/en/int/expert-guides/cms-expert-guide-to-a-legal-roadmap-to-cannabis/netherlands

https://www.wiet-info.nl/gedoogbeleid-opiumwet-wiet-legaal-nederland/

 

Wednesday, June 24, 2026

Gezelligheid: Kenyamanan ala Belanda

 

 

Halo, Sobat KP!

Pernahkah kalian merasakan hangat dan nyamannya berada di tengah ruangan yang penuh dengan canda tawa? Di Belanda, perasaan itu digambarkan dengan satu kata yang sulit diterjemahkan secara harfiah ke bahasa lain: Gezelligheid. Secara sederhana, gezelligheid diartikan sebagai "kenyamanan" atau "keramahan". Namun bagi masyarakat Belanda, istilah ini jauh lebih dalam dari sekadar kata sifat. Yuk, kita pahami apa yang membuat konsep ini menjadi penting dari kehidupan sosial di Belanda!

Untuk memahami kedalaman maknanya, kita perlu melihat akar sejarah dari kata tersebut. Berdasarkan informasi dari Dutchontrack.nl, konsep gezelligheid berasal dari bahasa Belanda kuno, yakni kata gezel yang berarti teman atau rekan. Selama berabad-abad, makna kata ini berevolusi menjadi sebuah nilai budaya yang kokoh. Perkembangan ini sangat mencerminkan cara komunitas Belanda di masa lalu dalam membangun ikatan sosial untuk saling menguatkan di tengah kondisi lingkungan mereka.

Ikatan sejarah tentang pertemanan inilah yang membedakannya dengan konsep kenyamanan di budaya lain. Jika coz dalam bahasa Inggris hanya menggambarkan kenyamanan fisik, gezellig lebih mencakup ke interaksi sosial dan suasana hati seseorang. Sebuah ruangan bisa jadi gezellig karena dekorasinya yang hangat, tapi sebuah percakapan juga bisa disebut gezellig jika terasa akrab dan menyenangkan.  Bisa dikatakan bahwa gagasan ini merujuk pada sesuatu atau seseorang yang menciptakan suasana positif dan terhubung di mana orang bisa merasa rileks dan benar-benar hadir satu sama lain.

Lalu, bagaimana cara orang Belanda menciptakan suasana yang penuh ”koneksi” tersebut? Dalam kesehariannya, terdapat tiga elemen kunci yang selalu mereka pegang untuk menghidupkan momen gezelligheid mereka, yaitu:

a. Waktu Berkualitas

b. Suasana Hangat

c. Kebersamaan

Konsep ini menjadi penting karena di tengah cuaca Belanda yang sering mendung, hujan, dan berangin, budaya gezelligheid menjadi salahsatu cara mereka menjaga kesehatan mental dan kebahagiaan. Alih-alih mengeluhkan cuaca dingin di luar, mereka memilih untuk menciptakan "kehangatan" di dalam ruangan. Ini menjadi bentuk rasa syukur atas hal-hal kecil dan sederhana dalam hidup mereka.

Gezelligheid mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sering kali ditemukan dalam kenyamanan dan koneksi antar manusia. Jadi, jangan lupa luangkan waktu untuk menciptakan momen gezellig versi kamu sendiri ya, Sobat KP!

Tertarik belajar bahasa Belanda? sobat KP bisa langsung mengakses link berikut ini!

Referensi:

https://www.dutchamsterdam.nl/155-gezellig

https://www.holland.com/global/tourism

https://dutchontrack.nl/knowledgebase/what-is-the-dutch-concept-of-gezelligheid/

https://www.dutchnews.nl/2020/04/inburgering-with-dutchnews-nl-an-eight-step-guide-to-understanding-gezelligheid/

 

Monday, June 15, 2026

Rekomendasi Kelas Bahasa Belanda Offline di Jogja: Belajar dari Nol bareng Karta Pustaka!

 

 


Halo, Sobat KP!

Memulai perjalanan untuk belajar bahasa baru sering menjadi tantangan tersendiri yang terkadang membuat kita ragu. Keraguan ini berasal dari berbagai hal, namun yang paling mendasar adalah “Harus mulai dari mana?” Nah, bagi sobat KP yang berdomisili di wilayah Yogyakarta dan memiliki ketertarikan terhadap bahasa serta budaya sejarah Eropa, mengikuti program kelas bahasa Belanda tatap muka (offline) bisa menjadi langkah awal yang paling tepat.

Pada artikel ini, kita akan membahas tentang Bagaimana alur pembelajaran, materi yang digunakan, hingga gambaran fasilitas dari kelas dasar tersebut di Karta Pustaka.

A.                         A. Belajar dari Nol

Tidak perlu merasa ragu jika sobat KP belum pernah belajar bahas Belanda sebelumnya. Kelas ini memang dirancang untuk pemula dari nol. Target pencapaian dari program dasar ini adalah Level A1, merujuk pada standar Kerangka Acuan Umum Eropa untuk Bahasa (CEFR). Pada level A1 ini, tujuan utamanya adalah membangun kepercayaan diri peserta untuk memahami dan menggunakan ekspresi sehari-hari serta merangkai kalimat-kalimat dasar.

B               B. Apa Saja yang Dipelajari?

Pendekatan belajar di dalam kelas fokus pada empat pilar kebahasaan, yaitu: mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara. Secara tujuan, berikut adalah materi inti yang akan sobat KP pelajari selama kelas berlangsung:

1)  Dasar Komunikasi: Tata cara perkenalan diri, menanyakan kabar, membuat janji temu, berbelanja, hingga menceritakan rutinitas harian.

2) Struktur Gramatika Dasar: Penggunaan kata ganti orang, konjugasi kata kerja (werkwoorden), membentuk kalimat masa kini (tegenwoordige tijd), pembentukan kalimat tanya, serta struktur kalimat positif dan negatif.

3)   Kosakata Tematik: Angka, hari, bulan, petunjuk arah, profesi, dan benda-benda di sekitar kita.

Untuk mendukung proses tersebut, referensi utama yang digunakan adalah buku "Help!". Buku panduan ini sangat direkomendasikan dan terstruktur dengan baik untuk pemula. Di dalamnya terdapat kombinasi teks bacaan ringan, latihan gramatika, serta simulasi percakapan kontekstual yang sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.

C.                      C. Durasi Pembelajaran dan Suasana Kelas

(Foto 1: Suasana kelas offline Karta Pustaka)

Untuk menyelesaikan level A1, kelas ini umumnya membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 bulan (bergantung pada intensitas pertemuan mingguan).

(Foto 2: Murid Kelas Offline Karta Pustaka Periode Desember 2025)

Keuntungan utama dari kelas offline adalah interaksi langsung. Murid dapat belajar pelafalan (uitspraak) yang seringkali menjadi kendala dalam bahasa Belanda, seperti melafalkan huruf 'G' atau suara vokal ganda, dan mendapatkan koreksi langsung dari pengajar di kelas.

D.               D. Biaya dan Pendaftaran

Investasi pendidikan untuk menguasai bahasa asing merupakan aset berharga, baik untuk kebutuhan studi lanjutan, karier, maupun pengembangan diri. Biaya pendaftaran yang kami tetapkan sangat terjangkau dan disesuaikan dengan fasilitas kelas. Peserta akan mendapatkan panduan belajar yang teratur, kelengkapan materi, serta pengajar yang kompeten di bidangnya.

Untuk melihat transparansi rincian biaya terbaru, memeriksa ketersediaan kursi, atau sekadar berkonsultasi mengenai jadwal kelas terdekat, sobat KP bisa langsung mengakses link berikut ini!

Hubungi Tim Kami (WhatsApp):

·       Dea: +62 813-3899-8527

·       Lifiana: +62 857-5057-9272






Tuesday, June 9, 2026

Kisah Belanda, Yogyakarta, dan Benteng Vredeburg

 


Museum Benteng Vredeburg Pamerkan Koleksi Sejarah di Gunungkidul

Yogyakarta, kota pelajar yang istimewa dengan beragam budaya dan unggah-ungguhnya. Kuliner dan tempat bersejarahnya berderet hingga ke pusat kota. Namun, dibalik itu semua, kota ini menyimpan rekam jejak sejarah yang masih tersimpan rapi. Salah satu saksi bisu paling monumental dari ”gesekan” antara penguasa lokal dan kolonial adalah Benteng Vredeburg. Mari kita bahas lebih dalam bagaimana sebuah pos pantau militer VOC bisa hadir begitu dekat dengan pusat penguasa lokal di Yogyakarta.

Kisah ini bermula ketika Sri Sultan Hamengku Buwono I mendirikan Keraton Kasultanan Yogyakarta pada Oktober 1755. Setelah selesai membangun kraton, Sri Sultan HB I mulai membangun bangunan-bangunan pendukung lainnya seperti Pasar Gedhe, Masjid, alun-alun dan bangunan pelengkap lainnya di sekitar keraton. Disisi lain, kemajuan pesat keraton saat itu ternyata memicu rasa waswas dari kubu Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) Belanda. Merasa membutuhkan "mata dan telinga" untuk mengawasi pusat kekuasaan tersebut, pihak Belanda mulai melancarkan strateginya. Mereka membujuk Sultan agar diizinkan membangun markas militer di dekat keraton, dengan dalih ingin membantu menjaga keamanan wilayah dari ancaman luar. Permohonan ini disetujui oleh Sri Sultan, sehingga dimulailah pembangunan konstruksi pada tahun 1760 hingga 1767. Bangunan awal yang sederhana tersebut lalu disempurnakan menjadi benteng pertahanan permanen dibawah pimpinan Gubernur Johannes Sioeberg diresmikan menjadi benteng kompeni dengan nama Rustenburgh yang artinya “tempat istirahat” pada tahun 1787. Di balik dalih keamanan dan penamaannya yang ”damai”, posisi strategi benteng yang hanya menjangkau satu tembakan meriam merupakan taktik tersembunyi untuk mengontrol aktivitas keraton, mengintimidasi, sekaligus langkah antisipasi jika sewaktu-waktu Sultan melancarkan serangan balik ke Belanda. Wah, ngeri juga ya kalau dipikir-pikir. Dengan jarak sesempit itu, kebayang banget kalau tiba-tiba Belanda beneran menembakkan meriamnya ke arah keraton. Pusat pemerintahan pasti bisa langsung lumpuh total dalam hitungan menit aja!

Pada tahun 1867, Yogyakarta mengalami gempa bumi yang cukup dahsyat hingga menghancurkan hampir seluruh wilayah Yogyakarta tidak terkecuali Benteng Rustenburgh. Bencana alam ini memaksa pemerintah kolonial untuk melakukan perbaikan besar-besaran. Kemudian, setelah perbaikan ini selesai oleh Daendels, nama benteng Rustenburgh diubah menjadi benteng Vredeburg yang artinya “perdamaian”.

Secara lokasi, tanah tempat benteng ini terbangun adalah aset sah milik keraton. Namun, sejarah mencatat penguasaan operasionalnya terus berpindah tangan dari VOC, Inggris, Jepang, hingga militer republik Indonesia. Ya, benteng ini merekam setiap peristiwa penting yang terjadi di Yogyakarta. Pada tahun 1811-1816, benteng ini dikuasai oleh pemerintah Inggris di bawah penguasaan John Crawfurd atas perintah Gubernur Jendral Thomas Stamford Raffles. Pada masa ini, terjadi peristiwa penting yaitu Geger Sepoy yang merupakan penyerbuan pasukan Inggris terhadap Kraton Yogyakarta. Disebut sebagai Geger Sepoy karena kebanyakan pasukan Inggris ini berasal dari Brigade Sepoy. Brigade yang tentaranya direkrut dari warga India yang sudah terlebih dahulu dijajah oleh Inggris.

(Pasukan Sepoy)

Kemudian, ketika militer kekaisaran Jepang merebut Nusantara pada tahun 1942, fungsi Benteng Vredeburg berubah drastis. Lorong-lorong dan ruangannya yang kokoh disulap menjadi markas polisi militer (kempetei), gudang amunisi tempur, sekaligus rumah tahanan bagi orang-orang Belanda dan tokoh politik lokal yang membangkang terhadap pemerintahan Jepang.

Pasca Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945,  benteng ini pun jatuh ke tangan militer Republik Indonesia. Namun, saat peristiwa Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948, benteng ini kembali dikuasai oleh Belanda (1948-1949). Belanda menjadikan benteng ini sebagai markas tentara IV G (Informatie Voor Geheimen), yaitu Dinas Rahasia Belanda. Disamping itu, benteng ini juga digunakan sebagai markas batalyon pasukan dan penyimpanan perbekalan berbagai peralatan tempur. Oleh karena itu, pada peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949, pasukan TNI menjadikan benteng ini sebagai salah satu sasaran serangan utama untuk dapat menaklukan pasukan Belanda. Pada 29 Juni 1949, setelah mundurnya pasukan Belanda dari Yoyakarta, maka pengelolaan Benteng Vredeburg dipegang oleh APRI (Angkatan Perang Republik Indonesia).

(Kompleks Bangunan di dalam Benteng Vredeburg)

Setelah melewati perjalanan yang sangat panjang dari benteng ini, yuk sekarang kita melompat ke era modern saat ini. Melalui proses penataan ulang, kompleks sejarah ini resmi bertransformasi menjadi Museum Khusus Perjuangan Nasional pada tahun 1992. Sekarang, di sana sobat KP gak akan menemukan serdadu yang berpatroli dengan hawa yang mencekam. Sebaliknya, kalian akan disambut oleh kumpulan diorama, artefak autentik (seperti peralatan perang gerilya, mata uang kepingan zaman VOC, hingga barang-barang pribadi milik para tokoh pahlawan), juga ruang terbuka hijau yang nyaman dan tentunya fotogenik abis. Keberadaan Museum Benteng Vredeburg di pusat kota seakan mengingatkan betapa mahalnya harga dari sebuah sejarah panjang kota Yogyakarta. Pokoknya, kalian wajib deh mengunjungi Benteng Vredeburg!

Referensi:

https://kebudayaan.jogjakota.go.id/page/index/benteng-vredeburg

https://kebudayaan.jogjakota.go.id/page/index/geger-sepoy

https://travel.kompas.com/read/2022/08/24/150700827/museum-benteng-vredeburg-pamerkan-koleksi-sejarah-di-gunungkidul?page=all

 

Wednesday, May 20, 2026

Floating Farm di Rotterdam

 


            Belanda merupakan negara yang dekat dengan susu dan pengelolaan airnya, tapi bagaimana jika keduanya digabung menjadi satu? Ya, Belanda sudah menggabungkan keahliannya mengelola air dengan dunia agrikultur dalam proyek bernama Floating Farm. Peternakan sapi perah terapung pertama di dunia ini menjadi salahsatu proyek menarik yang dimiliki Belanda. Yuk, kita bahas bareng kenapa peternakan ini bisa sampai "terbang" di atas air dan gimana cara kerjanya!

Kenapa harus di atas air dan Bagaimana awal mulanya? Jadi, pada mulanya ide jenius ini lahir dari krisis yang terjadi di New York akibat Badai Sandy di tahun 2012.  Krisis ini memperlihatkan seluruh kota kehabisan pasokan makanan segar hanya dalam hitungan hari, sehingga mengharuskan mereka bergantung dengan ribuan truk makanan setiap harinya. Kebergantungan pangan dengan wilayah luar ini menggambarkan kerapuhan pangan dari wilayah itu sendiri. Belajar dari peristiwa tersebut, muncul sebuah ide untuk lebih mengeksplore lokalisasi. Lokalisasi produksi pangan ini dibuat melalui pembangunan fasilitas peternakan di atas air, mengingat tata letak geografis juga kedekatan belanda terhadap air.

Desain Konstruksi Tiga Lantai


Desain konstruksi Floating Farm ini memiliki  tiga lantai yang masing-masing punya fungsi berbeda:

  1. Lantai Pertama: Di sinilah tempat tinggal bagi 31 sapi perah yang menghasilkan 600 liter susu setiap harinya.
  2. Lantai Kedua: Area Ini menjadi pusat pengolahan dan penyimpanan pupuk kandangan juga produk susu.
  3. Lantai Ketiga: Tingkat ini berada di bawah air, guna menampung teknologi penyaringan air.

 

Produksi (Pertanian Sirkular)


Floating Farm juga berperan sebagai contoh pertanian sirkular bertekologi tinggi. Produksi di pertanian ini berteknologi tinggi dan berkelanjutan, seperti:

1.      Air hujan dikumpulkan dan disaring untuk dikonsumsi sapi.

2.      Kotoran ternak dikumpulkan, diproses, dan dijual sebagai pupuk.

3.      Pakan untuk sapi berasal dari kota (rumput, kulit kentang, ampas gandum, dll).

4.      Panel surya terapung memasok energi ke pertanian.

Floating Farm juga menggunakan sistem operasionalnya yang serba otomatis. Mulai dari pembersihan kotoran sapi, hingga proses memerah susunya sudah menggunankan bantuan robot. Selain itu, sapi-sapi di sana juga sangat diperhatikan untuk hidup bahagia. Perawatan terbaik diberikan untuk mereka, misalnya tempat tidur Easyfix yang dirancang khusus untuk sapi dan dapat disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing sapi agar tidak menyakiti dirinya sendiri dan bisa hidup dengan nyaman. Wah, min KP jadi minder sama sapi-sapi di sana, ahahaha.

Kehadiran Floating Farm di Rotterdam bukan sekadar ide aneh, tapi sebuah pemikiran cerdas untuk bertahan hidup. Proyek ini membuktikan bahwa kita bisa memproduksi makanan sehat langsung di jantung kota, terlepas dari seberapa ekstrem perubahan cuaca atau naiknya permukaan air laut. Siapa diantara sobat KP yang tertarik untuk melihat langsung Floating Farm ini??

Referensi:

https://www.holland.com/global/tourism/get-inspired/current/greener-cities/floating-farm-in-rotterdam

https://floating.farm/

 

 

Sunday, May 17, 2026

Privat Bahasa Belanda Bareng Karta Pustaka 2026!

                                                 

Halo, Sobat KP!

Punya impian studi, merintis karier, atau menetap di Belanda tahun ini? Atau mungkin ingin membekali diri dengan keterampilan bahasa baru yang bermanfaat? Pas banget nih, kelas privat bahasa Belanda di Karta Pustaka kembali dibuka untuk periode 2026!

Privat Karta Pustaka hadir dengan pilihan belajar secara ( online ) maupun tatap muka ( offline ), dengan jadwal yang super fleksibel menyesuaikan waktu luangmu.

Kenapa Harus Belajar di Karta Pustaka?

  • Konsultasi Gratis: Bebas tanya materi via WA/Email di luar jam kelas.

  • Materi Lengkap: Materi gratis dalam bentuk softcopy .

  • Terukur: Ada laporan evaluasi dan ujian di akhir setiap level.


Pilihan Kelas yang Pas Buat Sobat KP

Tinggal pilih program mana yang paling sesuai dengan tujuan kamu saat ini:

  • Kelas Anak (5–11 Tahun) Fokus mengenalkan percakapan ringan dan tata bahasa dasar dengan cara yang menyenangkan. (Cicilan mulai Rp750.000 / 5x pertemuan | Penuh: Rp6.000.000)

  • Kelas Pemula (A1 & A2) Cocok untuk Sobat KP yang baru mau mulai dari nol. Level A1 fokus pada percakapan santai, sedangkan A2 lebih ke arah percakapan semi formal (masing-masing 40x pertemuan). (Cicilan A1: Rp650.000 / 5x pertemuan | Cicilan A2: Rp825.000 / 5x pertemuan)

  • Kelas Profesional B1 & B2 ( Online Only ) Butuh kemahiran bahasa formal untuk urusan pekerjaan atau akademik? Tingkatan ini penjelasannya. (Cicilan B1 : Rp925.000 / 5x pertemuan | Cicilan B2 : Rp1.100.000 / 5x pertemuan)

  • Persiapan Inburgering Program wajib buat kamu yang mau ujian integrasi sipil Belanda. Kita akan bedah menyelesaikan materi membaca, mendengar, berbicara, menulis, dan KNS (10-15x pertemuan). (Cicilan Rp1.100.000 / 5x pertemuan)


Yuk, daftar dari sekarang dan siapkan diri menyambut peluang baru di tahun ini!

Untuk informasi lebih lanjut, program konsultasi, atau pendaftaran, Sobat KP bisa langsung chat Kak Dea di WhatsApp: +62 813-3899-8527 atau hubungi CS di +62 857-5057-9272 .

Jangan lupa kunjungi juga web kita di kartapustaka.blogspot.com atau mampir langsung ke Karta Pustaka di Bogem, Kalasan.

Monday, May 11, 2026

SolaRoad: “Pabrik” Listrik dari Gowes Sepeda

 

SolaRoad Adalah Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang Menyamar  Sebagai Jalanan

Halo, sobat KP!

Pernah nggak sih, kalian berpikir tentang membuat “pabrik” listrik dengan memanfaatkan jalanan yang tiap hari kita lewati? Pasti banyak yang bakal nyangkal dengan pertanyaan “Ah masak bisa sih? Gak mungkin lah.” Tapi di Belanda, ide out of the box ini sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu melalui proyek bernama SolaRoad. Yuk, kita bahas bareng tentang SolaRoad ini!

SolaRoad berawal dari tahun 2014 di sebuah kota kecil di Belanda bernama Krommenie. Proyek yang mencetak sejarah sebagai jalur sepeda bertenaga surya pertama di dunia ini merupakan hasil dari kolaborasi antara Organisasi Penelitian Ilmiah Terapan Belanda (TNO), berbagai perusahaan teknologi, serta pemerintah provinsi setempat. Pada tahap awal peluncurannya, lintasan percontohan ini hanya membentang sejauh 70 meter. Namun, karena kinerja operasional perdananya dinilai sangat menjanjikan, fasilitas tersebut kemudian diperpanjang hingga mencapai  100 meter pada tahun 2016. Di balik masa penelitian dan pengembangannya yang memakan waktu lima tahun dengan total investasi sebesar €3,5 juta, fase uji coba awal SolaRoad membuktikan potensinya dengan memproduksi pasokan listrik sebesar 140 kWh.

Kemudian muncul pertanyaan tentang Bagaimana cara kerja dari SolaRoad ini? Secara konstruksi, SolaRoad dirakit dari balok-balok beton berukuran 2,5 x 3,5 meter. Kemudian di bagian dalam beton tersebut, terdapat sel surya silikon. Nah, supaya panelnya tetap bisa menyerap sinar matahari tapi aman untuk dilintasi roda sepeda, permukaannya ditutup menggunakan lapisan kaca tempered yang sangat tebal dan tembus pandang. Lalu, bagaimana kalau hujan dan menjadi licin? Sobat KP gak perlu takut jatuh, karena kacanya sudah dilapisi bahan anti selip khusus. Listrik yang berhasil dipanen dari rute sepeda ini langsung disuntikkan ke jaringan listrik lokal untuk menghidupkan lampu jalan.

Walaupun beberapa orang menilai proyek ini belum siap karena melihat ketimpangan antara tingginya biaya dengan listrik yang dihasilkan, SolaRoad menjadi bukti nyata kemajuan pemikiran Belanda terhadap teknologi. Menurut min KP, proyek ini sukses menjadi pionir yang mengubah rutinitas harian masyarakat Belanda menjadi sumber energi tak terduga. Kalok menurut sobat KP gimana?

Referensi:

https://sdg.iisd.org/news/netherlands-unveils-first-ever-solar-road/

https://energymakeovers.com.au/blog/solaroad-the-dutch-solar-bike-path/

https://futuretransport-news.com/suppliers/solaroad/

https://hybrid.co.id/post/solaroad-adalah-sistem-pembangkit-listrik-tenaga-surya-yang-menyamar-sebagai-jalanan/

 

 

Sunday, May 10, 2026

KattenKabinet di Amsterdam

 


Halo, sobat KP!

Siapa nih diantara sobat KP yang pecinta kucing atau catlovers? Buat para catlovers yang ingin mencari suasana baru di negeri kincir angin, kalian bisa banget kepoin KattenKabinet atau The Cat Cabinet yang ada di Amsterdam. KattenKabiner merupakan museum seni di Amsterdam berisi karya-karya yang menggambarkan kucing. Koleksinya beragam mulai dari lukisan, patung, juga karya seni lainnya seperti karya Pablo Picasso, Rembrandt, Henri de Toulouse-Lautrec, Corneille, Sal Meijer, Théophile Steinlen, dan Jože Ciuha, di antara lainnya. 

 

 

 

Museum ini berlokasi di sebuah rumah megah dari abad ke-17 di Herengracht 497, Kawasan Gouden Bocht. Didirikan pada tahun 1990 oleh Bob Meijer untuk mengenang kucing kesayangannya yang bernama John Pierpont Morgan. Saking disayangnya, setiap lima tahun sekali Morgan mendapatkan hadiah istimewa. Pada ulang tahunnya yang kelima, Ansel Sandberg melukis potretnya. Kemudian, di ulang tahunnya yang kesepuluh, hadiahnya berupa patung perunggu. Lalu untuk perayaan ulang tahunnya yang kelima belas, teman-teman dan pengagumnya menyusun sebuah buku berisi lima puluh limerick yang semuanya didedikasikan untuk Morgan: “Seekor Kucing Sombong dari Toulouse dan Kekonyolan Kucing Lainnya”. Tidak hanya itu, di ulang tahun ini juga potretnya dibuat menggantikan George Washington pada uang kertas dolar Amerika dengan slogan sarkas "We Trust No Dog". Waduh, bahkan min KP kalah sama si Morgan ini ahahaha.

Hal yang membuat pengalaman berkunjung ke sini terasa sangat hidup khusunya untuk para catlovers adalah kehadiran para "tuan rumah" yang asli. Ya, ada kucing-kucing yang bisa sobat KP temui tinggal dan berkeliaran dengan bebas di dalam museum ini. Mereka seringkali terlihat bermain atau malah asik tidur di pojokan. Jadi, KattenKabinet ini bisa masuk ke salah satu list destinasi wisata yang sempurna antara seni dan kecintaan pada hewan peliharaan. Oiya, sobat KP juga bisa coba untuk melihat-lihat museum dengan virtual tour dari link berikut ini https://kattenkabinet.nl/en/virtual-tour/ yaa.

Referensi:

https://kattenkabinet.nl/en/

https://ourlittlelifestyle.com/kattenkabinet-cat-museum-amsterdam/

 

Thursday, April 30, 2026

Kikkerlandje

 

Kikkerlandje

Waarom noemen we Nederland ook wel 'het kikkerlandje'? | NPO Radio 1

Halo, sobat KP!

Selain dijuluki sebagai negara keju atau kincir angin, ternyata Belanda juga sering dijuluki sebagai Kikkerlandje atau "Negeri Katak Kecil". Hah, kok bisa? Sebutan unik ini ternyata lahir dari perpaduan antara kondisi geografis dan sejarah di masa lalu, sobat. Julukan ini dekat dengan keadaan geografis Belanda yang berada di bawah permukaan laut, dimana banyak ditemukan hamparan tanah basah, kanal, dan rawa-rawa yang dikeringkan melalui sistem polder. Kondisi alam yang lembab dan didominasi oleh air ini menciptakan ekosistem yang secara alami menjadi hunian ideal bagi para amfibi seperti katak, sehingga siapa pun yang melihat bentang alam Belanda akan langsung memahami mengapa identitas “katak” begitu melekat.

Dari sisi sejarah,  istilah ini bermula dari ejekan "Negara Katak" saat ketegangan perang Inggris-Belanda pada tahun 1665 melalui sindiran John Ogilby yang melabeli warga Belanda sebagai amfibi. Tren "pamflet fabel" perpaduan fabel Aesop dan propaganda politik, ini kemudian dimanfaatkan oleh Prancis untuk mendiskreditkan (usaha untuk menjelekkan) wilayah Low Countries. Namun, alih-alih terpuruk oleh hinaan tersebut, masyarakat Belanda justru melakukan hal cerdik, dimana sejak 1672 Belanda mengadopsi metafora tersebut sebagai identitas diri. Julukan ini bertransformasi dari sebuah hinaan menjadi simbol kebanggaan atas kemampuan mereka beradaptasi di lingkungan yang menantang, layaknya katak yang lincah hidup di dua alam.

Jadi, pada akhirnya penyebutan negara katak ini menjadi filosofi hidup orang Belanda yang praktis dan efisien. Meski luas wilayahnya tergolong kecil, mereka berhasil membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang untuk menjadi pionir dalam inovasi pengelolaan air terbaik di dunia.

Referensi:

https://www.dbnl.org/tekst/_lit003199401_01/_lit003199401_01_0008.php

https://www.nporadio1.nl/nieuws/geschiedenis/9194d2c0-36cf-4e12-8d63-889399165d99/waarom-noemen-we-nederland-ook-wel-het-kikkerlandje

https://www.startpagina.nl/v/wetenschap/aardrijkskunde/vraag/360779/nederland-wel-kikkerlandje-genoemd/

 

Sunday, April 26, 2026

Mahir Bahasa Belanda Mulai Mei Bersama Karta Pustaka!



Ingin bisa berbahasa Belanda untuk keperluan studi atau karier? Kesempatan kamu sudah di depan mata! Bulan Mei 2026 ini, Karta Pustaka kembali membuka pendaftaran kursus bahasa Belanda online dengan fasilitas lengkap yakni mulai dari tutor, ujian akhir, hingga rekaman kelas yang bisa ditonton ulang.

Pilih tingkatan kelas yang paling pas untuk kamu:

  • Kelas A11 - Pemula (Rp395.000) Cocok untuk yang baru mulai belajar. Jadwal: Mulai 13 Mei | Senin & Rabu (18.30 - 20.00 WIB) | 10x Pertemuan.

  • Kelas A12 - Lanjutan A11 (Rp455.000) Perdalam kemampuan dasar yang sudah dimiliki. Jadwal: Mulai 12 Mei | Selasa & Kamis (18.30 - 20.00 WIB) | 12x Pertemuan.

  • Kelas A13 - Persiapan Sertifikat (Rp505.000) Tahap akhir untuk meraih Sertifikat level A1 (jika lulus ujian). Jadwal: Mulai 26 Mei | Selasa & Jumat (18.30 - 20.00 WIB) | 14x Pertemuan.

Materi Cetak (Hardcopy) Agar belajar makin fokus, tersedia juga buku fisik seharga Rp175.000 . Biaya kemas & ongkir menyesuaikan domisilimu (mulai Rp35.000 untuk area Jogja hingga Rp125.000 untuk luar daerah lainnya).

Yuk, daftar sekarang juga!

Info & Pendaftaran: Hubungi Dea melalui WhatsApp di +62 813-3899-8527