Sumber: www.ayobandung.com
Halo, sobat KP!
Ada diantara
sobat KP yang pernah main ke Cihampelas, Bandung? Udaranya yang sejuk selalu
bikin kangen untuk kembali main ke sana. Namun, tahukah Sobat KP arti di balik
nama “Cihampelas”? Nah, nama ini berasal dari bahasa Sunda, "Ci"
berarti air dan "Hampelas" merupakan nama pohon lokal setempat.
Jadi, nama “Cihampelas” sendiri merupakan perpaduan kata yang mencerminkan kondisi
alam dimana banyak ditemui sumber air
dan pohon Hampelas, sobat.
Menariknya,
kawasan ini juga menyimpan sejarah penting. Cihampelas dipilih menjadi lokasi lahirnya
kolam renang pertama di Nusantara, Europa Zwembad. Kolam renang ini berkaitan erat dengan era kolonial
Belanda, mulai dari fasilitas eksklusif warga Eropa, arena lahirnya atlet
renang, hingga saksi bisu dinamika sosial masa lalu. Yuk, kita cari tahu lebih
lanjut!
Pada zaman
dahulu, Jalan Cihampelas merupakan kawasan perumahan tenang dan sejuk yang
dipenuhi pepohonan hampelas dan mata air yang melimpah. Guna memanfaatkan
mata air di sana, pemerintah Hindia Belanda membangun Europa Zwembad
pada tahun 1904 yang berfungsi sebagai pemandian eksklusif khusus warga
Eropa. Bermula dari kolam ikan milik Ny. Homann (istri pemilik Hotel
Savoy Homann), fasilitas ini berkembang menjadi kolam renang berstandar
internasional pertama di Nusantara. Tapi, di balik kemegahannya, tempat ini
menerapkan aturan diskriminatif, dimana kaum pribumi dilarang
masuk untuk menikmati Kolam Renang Tjihampelas ini, sobat. Baru saat era kolonial
bergeser menjadi kependudukan Jepang, kaum pribumi diperbolehkan mengakses Kolam
Renang Tjihampelas. Yaa, memang kadang sejarah menyimpan sesuatu yang kelam di
dalamnya. Oiya, pemandian ini bahkan mencetak sejarah penting dalam dunia
olahraga air nasional, melahirkan klub-klub renang besar (Bandoengse
Zwem Bond, West Java Zwembond, Klub Neptunus, Klub Aquarius, dll), hingga
mengantarkan atlet Hindia Belanda Pet Stam untuk bertanding di Olimpiade Berlin
1936 yang memecahkan rekor waktu 59,09 detik untuk nomor 100 meter gaya
bebas. Kerennya!
Seiring laju pertumbuhan
dan modernisasi Kota Bandung yang pesat, situs pemandian bersejarah peninggalan
Belanda ini akhirnya ditutup permanen. Kini, jejak kolam renang
legendaris itu telah rata dengan tanah dan beralih fungsi menjadi kompleks
bangunan apartemen tinggi. Sayang sekali ya sobat, peninggalan sejarah lenyap
begitu saja. Semoga kedepannya pemerintah dan masyarakat bisa lebih aware dengan
situs bersejarah yang ada di sekitar kita, agar kelestariannya bisa terus
terjaga.
Referensi:
https://www.infobdg.com/v2/tjihampelas-tempo-doeloe/
https://rri.co.id/bandung/regional/886529/faq.html
https://cihampelasdesaberkah.org/sejarah-desa/
