Les Bahasa Belanda

UJIAN BASISEXAMENINBURGERING A1

Beberapa orang cukup kewalahan dalam mempersiapkan Ujian Basisexamen Inburgering. Tapi sebagian lagi bingung, itu ujian apa sih? Mungkinkah ...

Showing posts with label kolam renang. Show all posts
Showing posts with label kolam renang. Show all posts

Monday, November 2, 2026

Jejak Kolonial di Kolam Renang Tjihampelas

 




Sumber: www.ayobandung.com

Halo, sobat KP!

Ada diantara sobat KP yang pernah main ke Cihampelas, Bandung? Udaranya yang sejuk selalu bikin kangen untuk kembali main ke sana. Namun, tahukah Sobat KP arti di balik nama “Cihampelas”? Nah, nama ini berasal dari bahasa Sunda, "Ci" berarti air dan "Hampelas" merupakan nama pohon lokal setempat. Jadi, nama “Cihampelas” sendiri merupakan perpaduan kata yang mencerminkan kondisi alam  dimana banyak ditemui sumber air dan pohon Hampelas, sobat.

Menariknya, kawasan ini juga menyimpan sejarah penting. Cihampelas dipilih menjadi lokasi lahirnya kolam renang pertama di Nusantara, Europa Zwembad. Kolam renang ini berkaitan erat dengan era kolonial Belanda, mulai dari fasilitas eksklusif warga Eropa, arena lahirnya atlet renang, hingga saksi bisu dinamika sosial masa lalu. Yuk, kita cari tahu lebih lanjut!

Pada zaman dahulu, Jalan Cihampelas merupakan kawasan perumahan tenang dan sejuk yang dipenuhi pepohonan hampelas dan mata air yang melimpah. Guna memanfaatkan mata air di sana, pemerintah Hindia Belanda membangun Europa Zwembad pada tahun 1904 yang berfungsi sebagai pemandian eksklusif khusus warga Eropa. Bermula dari kolam ikan milik Ny. Homann (istri pemilik Hotel Savoy Homann), fasilitas ini berkembang menjadi kolam renang berstandar internasional pertama di Nusantara. Tapi, di balik kemegahannya, tempat ini menerapkan aturan diskriminatif, dimana kaum pribumi dilarang masuk untuk menikmati Kolam Renang Tjihampelas ini, sobat. Baru saat era kolonial bergeser menjadi kependudukan Jepang, kaum pribumi diperbolehkan mengakses Kolam Renang Tjihampelas. Yaa, memang kadang sejarah menyimpan sesuatu yang kelam di dalamnya. Oiya, pemandian ini bahkan mencetak sejarah penting dalam dunia olahraga air nasional, melahirkan klub-klub renang besar (Bandoengse Zwem Bond, West Java Zwembond, Klub Neptunus, Klub Aquarius, dll), hingga mengantarkan atlet Hindia Belanda Pet Stam untuk bertanding di Olimpiade Berlin 1936 yang memecahkan rekor waktu 59,09 detik untuk nomor 100 meter gaya bebas. Kerennya!

Seiring laju pertumbuhan dan modernisasi Kota Bandung yang pesat, situs pemandian bersejarah peninggalan Belanda ini akhirnya ditutup permanen. Kini, jejak kolam renang legendaris itu telah rata dengan tanah dan beralih fungsi menjadi kompleks bangunan apartemen tinggi. Sayang sekali ya sobat, peninggalan sejarah lenyap begitu saja. Semoga kedepannya pemerintah dan masyarakat bisa lebih aware dengan situs bersejarah yang ada di sekitar kita, agar kelestariannya bisa terus terjaga.

Referensi:

https://www.infobdg.com/v2/tjihampelas-tempo-doeloe/

https://www.ayobandung.com/bandung-baheula/pr-791364451/pemandian-tjihampelas-kolam-renang-pertama-di-indonesia-yang-tinggal-kenangan

https://deskjabar.pikiran-rakyat.com/jabar/pr-1135400271/pemandian-tjihampelas-bandung-punya-sejarah-dan-prestasi-keren-yang-kini-terkubur-di-bawah-gedung-tinggi

https://regional.kompas.com/read/2017/02/10/07000031/wajah.cihampelas.dari.kolam.renang.khusus.belanda.patung.superman.hingga.skywalk

https://rri.co.id/bandung/regional/886529/faq.html

https://cihampelasdesaberkah.org/sejarah-desa/